//Wisnu : Banyak Keluhan Masyarakat Yang Kami Dengar//

Ketua Komisi 3 DPRD MM Gelar Diskusi Bersama Pihak Dinkes Terkait Pelayanan Puskesmas Yang Kurang Optimal Kepada Masyarakat.

Semarfm.com – Banyaknya laporan keluhan masyarakat, terkait belum optimalnya pelayanan pihak Puskesmas di Kabupaten Mukomuko (MM) yang di terima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), melalui Komisi 3 DPRD melakukan pemanggilan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan diskusi bersama pada hari ini. Dari diskusi yang dilakukan antara komisi 3 dan pihak Dinkes MM, beberapa poin terkait pelayanan puskesmas kepada masyarakat seperti, mobil ambulan, proses rujukan pasien, Kesehatan Lingkungan masyarakat dari pencemaran limbah puskesmas dan pelayanan tenaga medis, ketua bersama anggota komisi 3 DPRD meminta pihak Dinkes MM untuk di tingkatkan agar lebih baik. Diskusi yang berlangsung dari pukul 13.00 Wib hingga selesai pukul 15.00 Wib mendapat respon positif dari Plt Dinkes dan ia berjanji akan melaksanakan se optimal mungkin.

Diungkapkan Ketua Komisi 3 Wisnu Hadi, SE dalam rentang waktu beberapa bulan ini, ia mengakui banyak mendapat laporan dari masyarakat khusus masyarakat Ipuh terkait pelayanan pihak puskesmas. Salah satunya adalah terkait proses rujukan pasien yang menggunakan kartu BPJS yang sedikit terkendala. Pasalnya untuk merujuk pasien dari puskesmas ke rumah RSUD MM atau rumah sakit lain di luar daerah, pihak puskesmas mewajibkan keluarga pasien untuk membayar uang kisaran Rp 600.000 untuk akomodasi rujukan. Selain itu pihak keluarga pasien yang mau merujuk di haruskan membuat perjanjian di atas materai. Jika ,kita berpedoman dengan Pepres 84 itu jelas di atur semua.

“Jika kita merujuk dengan Pepres tersebut tentang BPJS, untuk pasien BPJS itu di gratiskan dan tidak di pungut biaya, namun itu ada beberapa hal yang di kecuali kan. Salah satu nya seperti ambulan, itu setahu saya tidak ada di pungut biaya utuk pasien BPJS. Khusus pasien BPJS, yang harus di rubah image di puskesmas tentang surat perjanjian di atas materai itu. Pernah kejadian di puskesmas Ipuh, pasien yang ingin di rujuk pada pukul 03.00 WIB, namun petugas medis meminta perjanjian di atas materai. Secara logika kita saja mana ada toko atau warung yang buka tengah malam itu. Kalau belum ada materai pasien tidak bisa di rujuk. Ini salah satu contoh, sebab kita tidak tahu kalau pasien sakit, masuk puskesmas jam berapa. Kalau bisa setiap puskesmas di Kabupaten Mukomuko harus menyediakan materai, jika terjadi hal yang seperti ini bisa di tanggapi cepat, ini sekedar masukan untuk pihak Dinkes,”tutur Wisnu Hadi.

Suwarno Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten MM

Sementara Suwarno anggota Komisi III mempertanyakan keakuratan peralatan tes antigen di puskesmas. Pasalnya beberapa waktu lalu, ada warga yang melaporkan saat dilakukan tes antigen ke puskesmas, orang tersebut dinyatakan positif. Namun ketika dilakukan pembandingan tes di tempat lain orang tersebut dinyatakan negatif. Hal ini menjadi PR bagi pihak dinkes untuk di berikan pencerahan ke setiap puskesmas terkait keakuratan dan proses tes antigen yang dilakukan.

“Saya mendapat laporan via Head phone dari masyarakat, saat dia melakukan tes antigen di Puskesmas dia dinyatakan positif. Pada hari yang sama dia lakukan tes perbandingan ke tempat lain, ia mendapatkan hasil yang negatif. Kalau seperti ini kan masyarakat bisa berpikir lain terkait tes antigen ini. Kalau bisa pihak Dinkes melakukan sosialisasi ke pada petugas di puskesmas, tentang apa saja proses dan arahan sebelum dilakukan tes antigen di tengah masyarakat,”pinta Suwarno.

Plt Kadis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten MM Syafriadi Taher, S.Km., M. Kes menyatakan akan melakukan perubahan khusus dalam hal peningkatan pelayanan nagi masyarakat di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mukomuko. Syafriadi juga menyatakan terima kasih atas kritik dan saran yang telah di berikan oleh Ketua Komisi dan anggota atas penilaian kinerja Dinkes dan jajarannya. Untuk kedepannya akan dilakukan perubahan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, pasien dan keluarga pasien di seluruh jajaran puskesmas.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas saran dan masukan dari bapak – bapak semua. Untuk kedepannya saya akan mencoba melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi di seluruh puskesmas Insya Allah,”tutur Syafriadi.(top)