MUKOMUKO, semarfm.com : – Jajaran Polri Polres Mukomuko kembali tercoreng ulah oknum yang diduga kuat terlibat narkoba. Oknum anggota Polri itu berinisial MN berpangkat Bripka terlibat memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Penangkapan oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Mukomuko itu langsung dipimpin Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi SH SIK MH dan Kasat Narkoba, Iptu Teguh Budiyanto SE. MN, dia ditangkap bersama istrinya SMD warga Perumahan Bumi Asri, Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko pada Kamis (15/7) sekitar Pukul 21.00 WIB. Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi SH SIK MH melalui Kasat Narkoba, IPTU
Teguh Budiyanto, SE menyampaikan, Bripka MN ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi akan dilakukan transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Air Manjunto. “Mendapatkan informasi itu anggota yang pimpin Kapolres langsung bergerak. MN dan SDM, langsung ditangkap di salah satu rumah makan di Kecamatan Air Manjunto, kemuadian diakukan penggeledehan di rumah pelaku,” katanya. Penggeledahan di kediaman pelaku ditemukan 2 paket sedang narkotika golongan 1 jenis sabu yang dibungkus plastik klip bening, dan dibungkus kembali menggunakan kertas struk BRI yang dimasukkan ke dalam kotak bedak merk DD cream warna kuning abu-abu. Selain itu pihaknya juga mengamankan barang bukti lain berupa 17 lembar plastic klip warna bening, uang sebesar Rp 200 ribu, 3 buah korek api gas, 1 buah kotak permen warna biru tua yang berisi 2 buah kaca pirex, 1 buah gulungan kertas timah rokok yang tersambung dengan tangkai cotton boot, 1 buah kartu ATM BRI, 1 buah alat hisap sabu, 3 unit HP, 1 buah tas pinggang warna hitam berlambang Polda Bengkulu, dan 1 lembar kertas skop warna kuning. Seluruh barang bukti, sudah diamankan di Polres Mukomuko termasuk kedua pelaku. “Perbuatan melawan hukum itu sudah dilakukan pelaku sekitar satu tahun.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, oknum anggota Polisi inisial MN dan diduga istrinya SMD, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan”. Jelas Teguh. Ditanya apakah oknum anggota Polri itu sebagai pengedar, Kasat Narkoba mengaku masih dalam pengembangan lebih lanjut. “Masih dalam pengembangan dan penyidikan lebih lanjut,” jawabnya. Disisi lain, pasca oknum anggota Polisi inisial MN diringkus. Pelaku akhirnya buka suara dan menyeret 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkab Mukomuko dan 8 orang warga sipil. Pengakuan pelaku, sebanyak 10 orang tersebut juga terlibat sebagai pemakai. Untuk memastikan keterangan pelaku, Kapolres langsung menurunkan personilnya untuk menjemput 2 oknum ASN dan 8 orang warga sipil untuk dibawa ke Polres Mukomuko. “Pada malam itu juga kami langsung menjemput 10 orang warga diantaranya 2 orang berstatus ASN. Setelah kita interogasi, ternyata tidak ada bukti yang menguatkan 10 orang tersebut dijadikan tersangka. Namun begitu, sebanyak 10 orang itu kita jadikan saksi dalam perkara ini. Untuk saat ini 10 orang itu kita kenakan wajib lapor,” jelasnya.

Selain kasus narkoba yang menyeret oknum anggota Polri. Polres Mukomuko juga mengamankan pelaku inisial WG (19) warga Kelurahan Kota Jaya, Kecamatan Mukomuko, di jembatan pantai abrasi, Kamis (15/7) sekitar pukul 12.40 WIB siang. Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan 4 paket kecil ganja yang dibungkus kertas minyak warna coklat. Selain itu, barang bukti lain yang diamankan yaitu sepeda motor honda Scoopy BD 5257 NU, 1 unit HP, dan 1 buah kaca pirex. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Rabu (14/7), Polisi juga mengamankan 1 orang pelaku inisial AE (29) warga Desa Kambang Kecamatan Lenggayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Pelaku ditangkap karena memiliki dan menyimpan 2 paket sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening. Pelaku ditangkap di jalan lintas sumatera tepatnya di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang. Pelaku dan barang bukti sabu berikut sepeda motor Honda Vario BH 6134 BP diamankan di Mapolres. Ditanya apakah keempat tersangka terlibat narkoba tersebut ada kaitan atau hubungannya. Kasat Narkoba menegaskan, tidak. “Dari tiga perkara dan empat tersangka tersebut, tidak ada kaitannya. Yang jelas perkara narkoba yang terungkap ini masih dalam pengembangan lebih lanjut. Dan, pak Kapolres menegaskan tidak ada yang kebal hukum, termasuk oknum anggota Polri jika terbukti terlibat narkoba akan diproses berdasarkan hukum yang berlaku,” pungkasnya.@-