/Yahyono : Nursalim, Beliau Ini Adalah Anak Murid SD Kami Dahulu//

Nursalim Waka I DPRD MM Sambut Kedatangan 2 Sosok Guru yang Pernah Mengajarinya Waktu Menjadi Murid Sekolah Dasar (SD)

Semarfm.com – Rahasia jalan kehidupan tidak bisa kita tebak, semuanya atas kehendak Allah SWT (tuhan Yang Maha Esa), kita selaku manusia hanya menjalani proses dan skenario dari Nya. Selain itu, jabatan,kekuasaan serta umur tidak menjadi penghalang untuk menjalin tali silaturahmi antar kita sesama manusia. Hal ini dibuktikan 2 orang sosok Umar Bakri (Guru) SD 08 Kecamatan Penarik bernama bapak Yahyono dan Gianto. Kedua sosok umar bakri ini sekitar pukul 11.00 WIB mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko (MM) ingin bertemu Waka I DPRD MM Nursalim yang ternyata adalah salah seorang anak didik mereka ketika mengajar di SD 08 dahulu. Dua sosok umar bakri Di antar langsung oleh Sekwan Winarno menuju ruang kerja Waka I Nursalim di lantai 2 gedung DPRD MM. Kedatangan 2 sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini, membuat tercengang Nursalim, dan langsung menyalami tangan keduanya sebagai tanda hormat kepada mereka. Kedatangan kedua sosok ini, selain bersilaturahmi, juga menceritakan kondisi bangunan SD yang masih butuh berbagai fasilitas untuk penunjang kenyamanan belajar mengajar di sekolah.

Diungkapkan Nursalim Waka I DPRD MM, kedua sosok umar bakri ini adalah guru yang pernah mengajarinya waktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).Suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya atas kedatangan ke dua sosok yang berjasa ini. Diakui oleh Nursalim , jika sudah lama tidak bertemu dengan kedua sosok gurunya tersebut. Seorang guru dimata Nursalim selain pahlawan pendidikan tampa tanda jasa, juga seorang pengganti orang tua kita ketika berada di sekolah. Sebab tanggung jawab guru sangat besar terhadap masa depan bangsa, pasalnya para murid yang mereka didik itulah yang akan menerus tampuk pimpinan dan jabatan baik itu Negara, Provinsi maupun Daerah.

“Saya mengucapkan terimakasih dan merasa bahagia atas kedatangan bapak Yahyono dan Gianto bersilaturahmi ke gedung DPRD ini. Kedua sosok ini adalah pahlawan bagi diri saya, dengan pendidikan yang telah mereka beri selama saya di bangku sekolah, rasanya jasa guru itu susah untuk terbalaskan atas dedikasi yang telah mereka lakukan, baik bagi saya pribadi dan untuk seluruh para murid di seluruh Indonesia secara globalnya. Dari sepanjang pertemuan ini, Insya Allah semua keluhan dan masukkan terkait mengedepankan pembangunan sarana dan prasarana sebagai penunjang dalam hal belajar dan mengajar akan kami perjuangkan, untuk di optimalkan keseluruhannya di Kabupaten MM, sehingga mutu pendidikan di daerah kita ini akan lebih baik lagi,”ujar Nursalim ramah.

Dua Sosok Mantan Guru Waka I Nursalim Menceritakan Perihal Kondisi Sarana dan Prasarana Penunjang yang Masih Minim dan Dibutuhkan Oleh Sekolah

Diceritakan Yahyono sosok guru yang pernah mendidik Waka I Nursalim di bangku SD, kedatangan mereka ke gedung DPRD MM memang sengaja dilakukan untuk bersilaturahmi kepada Waka I Nursalim yang pernah menjadi murid mereka ketika SD dahulu. Sekaligus kedatangan Yahyono dan Gianto, sekaligus untuk menyampaikan kerluhan mereka tentang kondisi sekolah yang pernah menjadi tempat Nursalim menimba ilmu dahulu. Pasalnya pada tahun ini sekolah tersebut, tidak tersentuh oleh program Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sarana penunjang belajar mengajar. untuk bangunan masih banyak kekurangan, seperti RKB, ruang guru, serta Mushala. Beberapa waktu lalu, dilakukan pembangunan WC Sekolah, sedangkan dana untuk pembangunan WC bersumber dari swadaya sekolah.

“Kami tadi ada kegiatan kedinasan, sekaligus kami ingin bersilaturahmi dengan beliau (Nursalim, red) di gedung DPRD ini. Beliau ini adalah salah satu murid kami waktu SD dahulu. Waktu sekolah dahulu beliau ini di bilang badel tidak, namun sedikit jahil kepada murid lain (kelakar Yahyono sembari tertawa, red). Selain bersilaturahmi, kami juga ingin menyampaikan keluhan terkait sarana dan prasarana penunjang di sekolah kami yang minim. Semoga semua yang kami harapkan bisa terealisasi dan bisa di perjuangkan nantinya. Sebab sarana dan prasarana penunjang sekolah, sangat mempengaruhi mutu pendidikan. Kalau bisa semua sekolah di Kabupaten MM ini, bisa tersentuh oleh pembangunan sarana penunjang baik program dana bersumber dari pusat maupun daerah,”harapan Yahyono.(top)