//Sapuan : Kalau Pemda Investasi Harus Ada Target Profit//

Rapat Laporan Pertanggung Jawaban pihak Perumda BPR dengan Bupati Dan Wakil Bupati Mukomuko tahun 2020

Semarfm.com – Hari ini Rabu 9 Juni bertempat di aula pertemuan Kantor Bupati Kabupaten Mukomuko di gelar acara penyerahan laporan hasil pencapaian kerja Perumda BPR tahun 2021 kepada Bupati H. Sapuan, SE.,MM.,Ak.,CA.,CPA dan Wakil Bupati Wasri oleh Direksi dan Dewas BPR. Dalam pertemuan berlangsung berbagai pertanyaan di ajukan oleh Bupati terkait permasalahan meruginya pengelolaan Perumda BPR selama ini. Selain itu juga berbagai solusi di berikan Bupati kepada pihak Dereksi dan Dewas BPR untuk untuk menurunkan angka NPL yang sangat tinggi saat ini. Dalam pertemuan tersebut Bupati juga menekankan jika Investasi yang di lakukan oleh Pemda tidak menggasilkan pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih baik mencari investasi lain menghasilkan ke untungan untuk pemasukan PAD . Pertemuan yang di Hadiri Asinten Bupati, dan Kabag Ekonomi di akhiri dengan penandatanganan laporan Perumda BPR oleh Bupati.

Bupati Mukomuko H. Sapuan menanda tangani Laporan Pertanggung Jawaban Perumda BPR di saksikan Wakil Bupati Mukomuko Wasri

DijelaskanBupati Mukomuko H. Sapuan, SE,. SE,.MM.,Ak.,CA.,CPA dalam pertemuan, jika mengatas namakan investasi itu harus ada profit di targetkan. Pasalnya ada deviden yang di harapkan dan ada PAD yang akan di dapat. Maka setiap akan melakukan investasi harus ada kajian dulu ini akan merugikan atau akan menguntungkan. Jika investasi tidak bisa menguntungkan lebih baik mencari investasi lain seperti, Dana bergulir atau hibah yang bisa menguntungkan. Jika hanya mengandalkan pernyataan tampa mendapatkan untung, maka akan dipertanyakan oleh pihak Legislatif. Sebab segala hal yang di kontrol itu oleh pihak legeslatif.

“Jadi untuk kedepan kalau memang kita mau BPR ini harus menjadi besar, mari sama – sama kita berpikir dan sama – sama kita rubah mindset kita lagi sekarang, Investasi yang dilakukan ke BPR oleh pemda, targetnya untuk mendapatkan untung. Jadi dengan profit itu nanti bank semakin besar maka bisa nanti Multiplier effects nya ekonomi berputar plus dampak berikutnya kalau semakin besar bisa membuka cabang atau pecahan bank. Inti nya investasi harus profit, bagaimana kita bisa membuka cabang seperti yang dijelaskan Direksi dan Dewas, kalau kita tidak mendapatkan untung. Saya tadi ingin mendapatkan penjelasan effect ekonomi dan modalnya, berputarnya siklus ekonomi di tengah masyarakat dan kita untung. ”ungkap Sapuan yang berbasis seorang ekonomi ankuntan ini.

Dilanjutkan Bupati, selain itu untuk kedepannya coba di evaluasi direksi untuk memperhatikan debitur – debitur BPR. Perihal cengli (menjalin kerja sama) dengan pihak bank lain sesuai dengan pembicaraan Direksi dan Dewas, itu bisa saja dilakukan, namun jika kondisi kualitas kredit berjalan bagus. Namun jika kualitas kredit jelek, maka menjadi pertimbangan serius bagi rekan – rekan bank yang lain untuk menjalin kerjasama.

“Harapan saya kedepan perlu perhatian direksi dan dewas, kita bisa cengli dengan perbankan- perbankan yang lain itu satu. Yang kedua untuk kedepan saya berpikir melakukan dua hal pak, apakah kita akan besarkan BPR ini, atau saya bikin BPR baru atau BPR ini saya ganti dengan BPR Syariah. Kita akan mencoba bebicara dengan OJK nanti kita convert menjadikan BPR Syariah. Kalau kita bisa menjadikan angka kredit bagus. Saya pastikan berapapun yang bapak butuh saya bisa pinjam saya jamin. Belum ada sejarah jika BPR itu rugi.”jelas Sapuan.
Sementara Ketua Dewas Perumda BPR Bachtarudin mengakui jika sejak berdirinya Perumda mengalami kerugian. Dijelaskan nya, kerugian di alami BPR pada tahun pertama mencapai Rp 600 Juta karena biaya pendirian. Tahun 2018 rugi Rp 184 Juta, pada tahun 2019 mengalami penurunan. Jika di hitung secara komulatif hingga tahun 2018 kerugian di alami BPR mencapai Rp. 742.226.767,00. Namun pada akhir Desember tahun 2020 angka kerugian mengalami penurunan menjadi Rp. 511.328.031.

“Untuk operasional BPR sangat besar, tapi kita belum ada memakai dana antar pesipah, karena rekan bank lain meminta suku bunga sesuai LPS. Ucapan terima kasih kami kepada pak bupati yang telah memberikan kritikan dan saran serta masukan terhadap kami pengurus Perumda BPR Kabupaten Mukomuko, untuk kedepannya kami bersiap memajukan BPR agar lebih besar dengan dukungan bapak – ibu semua. Terima kasih kepada bupati yang telah menerima laporan pertanggung jawaban kami tahun buku 2020 ini.”kata Bachtarudin.(top)