/Jadi Temuan, Pansus PPJP DPRD MM Gelar Sidak Mendadak //

Ketua DPRD MM M Ali Saftaini di Dampingi Ketua Pansus PPJP menggelar Sidak Mendadak ke RSUD MM Terkait Hasil Temuan Laporan Regestrasi Pembeliat Peralatan Medis

Semarfm.com – Kerja keras terus di tunjukan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko (MM) dalam hal pengawasan. Beberapa waktu lalu dilakukan pembentukan 2 Pansus (Panitia Khusus) yakni, Pansus Pembahasan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan (PPJP) APBD Tahun 2020 dan Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021.

Dirut Baru RSUD MM, dr Syafriadi Dampingi Ketua DPRD dan Pansus Sidak pengecekan Alat Medis

Hari ini, Sebuah temuan mengejutkan didapati oleh tim Pansus PPJP dan membuat sedikit suasana pertemuan sedikit memanas. Pasalnya dalam pembahasan di temukan kejanggalan atas pembelian peralatan medis di RSUD MM tahun 2020 yang danannya disinyaliri bersumber dari APBN. Namun anehnya, waktu dilakukan pembahasan APBDP di tingkat Badan Anggaran di DPRD MM tahun 2020, tidak tercantum anggaran dana untuk pembelian Alat medis di RSUD tersebut. Dengan adanya temuan tersebut, membuat Tim Pansus PPJP di dampingi Ketua DPRD Kabupaten MM M, Ali Saftaini menggelarkan sidak secara mendadak ke RSUD MM untuk melihat peralatan medis yang telah di beli dengan jumlah dana yang fantastis itu.

Antonius Dalle, Ketua Pansus PPJP DPRD Kabupaten Mukomuko

Diungkapkan Ketua Pansus LPJP tahun 2020 Antonius Dalle, ditemuan perihal pembelian peralatan medis itu, saat di teliti adanya selisih angka antara laporan registrasi lebih tinggi dari APBDP oleh pansus. Ketimpangan antara laporan registrasi dan APBDP tersebut, penyebabnya adalah pemaksaan masuknya anggaran pembelian peralatan medis yang dana bersumber dari APBN sekitar 13,2 Milyar (M). Adapun rincian peralatan yang dibeli tersebut adalah, alat CT Scan dengan dana Rp 11,8 M dan alat PACS dengan dana 1,4 M dengan realisasinya total pembelanjaan Rp 13,2 M. Namun anehnya pembelian alat tersebut tidak masuk dalam proses pembahasan pengesahan namun tiba – tiba ada muncul dalam laporan registrasi. Seharusnya anggaran tersebut harus masuk dalam usulan APBDP.

“Dana itukan dana pusat, tidak melalui pembahasan di APBDP, di paksa “nyelonong” masuk dipaksakan, tentu berpengaruh di postur . Kami dalam pansus PPJB tugas menselaraskan. Namun jika dipaksakan untuk di akui, kami tidak mau mengakui adanya dana tersebut. Karena tidak melalui proses pembahasan, tidak ada dalam pengesahan bahkan pada saat verifikasi Gubernur juga tidak masuk, siapa yang bertanggung jawab nanti. Kita pengesahan APBDP tahun 2020 pada tanggal 30 September dan sudah di verifikasi Gubernur, tidak ada pembahasan terkait usulan pembelian peralatan medis,”ungkap Anton.

Anggota Pansus PPJP DPRD MM

Hal senada juga di ungkapkan Damsir SH anggota Pansus PPJP DPRD Kabupaten MM, dalam kegiatan sidak yang dilakukan di RSUD MM, satu hal yang menjadi perhatiannya adalah manfaat dari 2 peralatan yang di beli pada tahun 2020 tersebut. Diketahui sampai saai saat ini peralatan yang dianggarkan dengan dana Rp 13,2 M tidak difungsikan sesuai peruntukannya. Sedangkan alasan dari pihak rumah sakit belum ada SDM yang bisa mengoperasikan alat CT Scan dan alat PACS itu.
“Kalau bukti fisik peralatan saat kami chek ada di rumah sakit. Namun sayangnya alat itu tidak bisa di operasikan. Jika terus tergeletak di ruangan tidak di nyalakan, bisa – bisa alat itu rusak. Sayang alat di beli dengan dana yang begitu besar tapi tidak bermanfaat,”ujar Damsir.

Pihak RSUD Menjelaskan Fungsi dan Kendala Peralatan Medis Kepada Pansus PPJP DPRD MM

Sementara dikonfirmasi Dirut RSUD MM dr. Syafriadi, Sp.Pd mengakui jika 2 alat yang di beli pada tahun 2020 tersebut belum di operasikan. Pasalnya terkendala belum ada SDM yang bisa mengoperasikan alat medis tersebut. Sebagai PR untuk kedepannya, Syafriadi menyatakan, akan mendahulukan tenaga SDM sebelum ada perencanaan pembelian peralatan medis. Sehingga peralatan medis yang di beli bisa bermanfaat untuk melayani masyarakat Mukomuko.

“Terkait pembelian dua peralatan medis itu, sebelum saya menjabat Direktur di RSUD. Tidak termanfaatnya alat tersebut, karena belum ada tenaga SDM yang bisa mengoperasikan di RSUD ini. Ini menjadi pelajaran bagi kami kedepannya kita utamakan SDM dulu baru dilakukan pembelian alat medis sesuai yang dibutuhkan. Saya berterima kasih kepada Ketua DPRD, Ketua Pansus dan seluruh anggota pansus, yang telah memperhatikan kekurangan yang terjadi di RSUD MMi. Insya Allah dengan dukungan pihak Eksekutif dan Legeslatif serta masyarakat Mukomuko, pelayanan di RSUD MM akan lebih ditingkatkan untuk kedepannya,”tutup Syafriadi.(top)