/Polemik Masalah Listrik dan Air Bersih Pasar Lubuk Pinang//

Anggota DPRD MM Dapil I Novri Ardiantasari bersama Fajar Anita Turun Langsung Mendengar Keluhan Pedagang Pasar Lubuk Pinang.

Semarfm.com – Respon cepat dari 2 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko (MM) mendengar keluhan rakyat patut di berikan acungan jempol. Mendapat informasi keluhan puluhan pedagang di Pasar Kecamatan Lubuk Pinang, yang terkendala penerangan dan susah mendapatkan air bersih untuk beraktifitas keseharian di pasar, anggota DPRD MM Novri Ardiantasari, SE bersama Fajar Anita, hari ini pukul 10.00 WIB turun mengunjungi pasar Lubuk Pinang menemui para pedagang, sekaligus untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang di alami oleh para pedagang tersebut.

Fajar Anita dan Novri Ardiantasri Mengecek Meteran Listrik yang di Cabut Penyebab Keluhan Puluhan Pedagang dan Warga atas Kelangkaan Air Bersih

Dari kunjungan 2 anggota dewan ini, diketahui, jika puluhan para pedagang mengeluhkan susah mendapatkan air bersih dan penerangan. Kelangkaan sumber air bersih dialami para pedagang telah terjadi hampir selama 6 bulan ini. Penyebab terjadinya hal tersebut, karena di cabutnya meteran listrik yang terpasang di salah satu bangunan terminal milik Dinas Perhubungan di lokasi pasar. Selama ini aliran listrik itu lah yang menyalakan mesin pompa sumur bor yang di bangun pemerintah sebagai penunjang aktivitas para pedagang sehari – hari. Dengan dicabutnya meteran listrik tersebut, maka penerangan dan penyeluran air bersih tidak di dapatkan puluhan para pedagang di pasar. Merespon keluhan para pedagang, 2 anggota Dewan memanggil Camat Lubuk Pinang dan Pengelola pasar untuk datang ke lokasi pasar Lubuk Pinang.

Novri Ardiantasari. SE Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko Dari Partai Hanura

Diungkapkan Novri Ardiantasari, SE, anggota DPRD MM dari Partai Hanura, dari peninjauan langsung ke lapangan dengan mendengar keluhan para pedagang, ia berinisiatif memanggil para pihak terkait untuk menjelaskan langsung penyebab permasalahan yang di alami oleh para pedagang di pasar Lubuk Pinang. Padahal listrik dan air bersih adalah sarana penunjang penting bagi para pedagang dan pengunjung pasar dalam menjalankan aktivitas sehari – hari. Dari hasil peninjauan dan keterangan dari pedagang, camat dan pengelola pasar, Novri akan melanjutkan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan dan pihak PLN untuk mengatasi keluhan para pedagang tersebut.

“Dari keterangan langsung para pedagang kami sangat merasa prihatin atas kondisi yang mereka alami. Akar dari permasalahan ini karena di cabutnya meteran listrik di bangunan terminal milik perhubungan itu, sehingga penyaluran air bersih dari sumur bor tidak bisa dilakukan lagi. Rencananya kami akan koordinasi dengan pihak Perhubungan dan PLN mempertanyakan perihal pencabutan meteran listrik tersebut. Padahal meteran listrik yang terpasang sebelumnya adalah meteran jenis pulsa. Permasalahan penerangan dan kesulitan air bersih dialami oleh para pedagang sudah terjadi selama enam bulan, sampai saat ini belum ada alternatif dari berbagai pihak,” ujar Novri yang juga Ketua DPC Partai Hanura.

Fajar Anita Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari Partai PAN

Sementara Fajar Anita anggota DPRD dari Partai PAN tegas akan menindak lanjuti permasalahan yang di alami para pedagang di pasar Lubuk Pinang ini. Yang membuat kesal Anita, uang retribusi yang di bebankan dari para pedagang di ambil, namun sarana pelayanan penunjang bagi para pedagang untuk menjalankan usahanya tidak berjalan dengan baik, seperti yang terjadi saat ini. Untuk mengatasi hal ini, Anita juga berencana akan berkoordinasi dengan beberapa pihak yang terkait pengelolaan pasar, untuk mengatasi masalah yang di alami puluhan para pedagang dan warga sekitar lokasi pasar lubuk pinang.

“Saya melihat para pedagang banyak dari kaum perempuan yang berjualan di pasar, malah ada keluhan dari pedagang perempuan tadi, untuk buang air kecil saja mereka terpaksa pulang kerumah yang jaraknya jauh dari lokasi pasar. Padahal saya lihat dilokasi pasar ada sumur bor dan wc umum, tetapi tidak bisa dipakai karena aliran listrik untuk menyalakan pompa air sudah di cabut pihak PLN. Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak instansi terkait, Desa, pengelola pasar dan PLN agar permasalahan ini bisa terselesaikan dengan cepat. Kasihan melihat para pedangang tersebut, mereka di tarik retribusi pajak untuk pendapatan daerah, namun pelayanan sarana penunjang aktifitas usaha mereka tidak berjalan optimal,”ungkap Anita satu – satunya anggota DPRD MM dari kaum perempuan.

Didatangi 2 Anggota Dewan Para Pedagang Sampaikan Langsung Keluhan Yang Mereka Alami

Sementara Camat Lubuk Pinang Ali Muksin, memberikan apresiasi terhadap 2 anggota DPRD MM yang cepat menenggapi keluhan dari masyarakat tersebut. Ali Muksin mengharapkan permasalahan yang di alami oleh para pedagang di Pasar Lubuk Pinang tersebut bisa di atasi secepat mungkin. Selain itu khusus untuk air bersih dari sumur bor tersebut, selama ini bukan saja hanya di manfaatkan oleh para pedagang, namun juga di manfaatkan oleh warga yang bermukim di sekitar pasar ini.

“Selama ini air bersih dari sumur bor ini di manfaatkan pedagang dan warga sekitar. Sejak pencabutan meteran oleh pihak PLN semua kewalahan. Kami berharap melalui anggota dewan terhormat, bisa memfasilitasi permasalahan yang di alami pedagang dan warga kami ini teratasi, sehingga meteran listrik bisa terpasang kembali dan aktivitas berjalan normal seperti semula. Saya kira dengan duduk bersama dengan beberapa pihak permasalahan ini akan ada solusinya, yang terpenting keluhan para pedagang dan warga sekitar bisa di atasi untuk sementara,”tutup Ali.(top)