Sugia : Omset Bisa Mencapai 850 Juta Per 8 Bulan //

Sugia, sosok sarjana komputer yang berhasil membudidaya tanaman porang di Mukomuko.

Semarfm.com – Ternyata banyak para kaum milenial masyarakat Kabupaten Mukomuko (MM) mempunyai bakat tersimpan yang tidak diketahui Pemkab MM selama ini. Sebelumnya salah seorang Pemuda bernama Dika Warga Kecamatan Selagan Raya berhasil memproduksi bibit tanaman padi berkualitas tinggi, hingga bibit padi tersebut di minati para petani di seluruh wilayah Indonesia. Kali ini salah seorang pemuda bernama Sugia, Warga Desa Penarik Kecamatan Penarik, berhasil membudidaya tanaman umbi jenis porang di Kabupaten MM. Pemuda yang diketahui tamatan Sarjana Komputer ini, telah berhasil membudidayakan 3 jenis tanaman porang super, hingga omset yang di dapatnya mencapai puluhan juta rupiah dalam kurun waktu 8 bulan. Sesuai dengan program Pemerintah RI dalam percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, Pemda MM harus giat memperhatikan dan memberikan dukungan kepada masyarakat MM khsus para petani.

Budidaya tanaman porang dilakukan Sugia dengan memanfaatkan lahan areal kebun sawit

Diungkapkan Sugia, S.Kom, lahan yang ia manfaatkan untuk menanam porang adalah areal perkebunan sawit milinya seluas 2 Hektare. Bibit yang di tanam ada 3 jenis bibit super, yakni porang putih (iles iles), porang kuning (porang) dan buah katak (suweg). Dari tiga jenis porang yang di tanamnya, harga jual berbeda beda. Porang jenis iles-iles dalam I hektare lahan kosong bisa menampung 40 – 60 ribu tanaman porang. Sedangkan panen saat 7 – 8 bulan bisa mencapai 1,5 Kg per batang harga Rp 1500 per Kg, penjualan bisa mencapai Rp 90.000.000. Sedangkan porang kuning harga jual Rp 7.500 per Kg jika panen selama 7 – 8 bulan maka omset dari penjualan bisa mencapai Rp 450,000,000 di terima petani.

“Dalam uji coba yang saya lakukan, kondisi dasar tanah di daerah Kabupaten Mukomuko cocok untuk budidaya tanaman porang. Apalagi jika jenis porang buah katak hasil penjualan bisa mencapai 4 milyar dalam kurun waktu 7 – 8 bulan. Kalau dikatakan hama tanaman porang boleh dikatakan sedikit, namun kita harus rutin menyiram saja. Jika budidaya tanaman porang ini di jadikan proritas dan program unggulan pemerintah daerah selain padi, saya rasa taraf ekonomi masyarakat Mukomuko akan cepat melaju. Selama ini kita hanya berpangu pada satu tanaman yakni sawit, padahal ada tanaman lain hasilnya lebih menjanjikan. Saya berharap Pemda MM melalui Bupati bisa melirik prospek budidaya tanaman porang ini,”ujar Sugia.

Porang jenis super

Dilanjutkan Sugia, dari data yang dan informasi di himpun olehnya, sekitar ribuan heltare lahan tidur di Kabupaten MM di biarkan terlantar saat ini. Jika pemerintah daerah mensuport masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur tersebut supaya bisa di olah, salah satunya dengan budidaya tanaman porang dan tanaman lainya. Jika hal ini terlaksana, maka bisa di pastikan masyarakat akan mengalami kenaikan taraf ekonomi sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan dan jumlah pengangguran di daerah ini khususnya.

“Saya melihat mayoritas banyak lahan tidur yang belum di garap. Kemungkinan salah satu kendala, tidak ada modal para petani untuk membuka lahan tersebut. Ini menjadi PR bagi Pemda MM, agar membuat program pemanfaatan lahan tidur bagi masyarakat. Selain itu saya memberitahukan, bagi masyarakat yang berminat untuk mencoba budidaya tanaman jenis porang jangan ragu masalah pembelinya. Saya siap menampung dan membeli hasil panen porang para petani di daerah ini. Selain itu bagi masyarakat ingin berkoordinasi terkait cara budidaya tanaman porang, saya juga bersedia untuk mendampingi dan berbagi ilmu kepada masyarakat,”tutup Sugia.(top)