//Kabri : Hasil Kelulusan Ditinjau Ulang dan Dinkes Harus Transparan//

Kabri Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari Fraksi PAN

Semarfm.com – Perekrutan promotor kesehatan (prokes) yang telah di gelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko (MM) menuai protes. Pasalnya pelaksanaan perekrutan sekitar 60 orang tenaga promotor kesehatan untuk puskesmas tersebut, tidak lakukan dengan transparan dan di duga banyak tenaga yang lulus adalah orang – orang titipan pejabat MM. Mencuatnya kabar ini, membuat geram beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten MM dan meminta perekrutan tenaga prokes tersebut di tinjau ulang kembali.

Diungkapkan Kabri anggota DPRD MM dari Fraksi PAN, ia mendapat laporan jika kegiatan perekrutan prokes yang dilaksanakan oleh pihak Dinkes beberapa waktu lalu banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya kegiatan ujian prokes tersebut tidak dilakukan dengan transparan dan diduga ada permainan pihak dinkes dengan beberapa oknum pejabat di MM, untuk menentukan calon prokes yang dinyatakan lulus ujian dan diterima menjadi tenaga kontrak. Selain itu, banyak tenaga prokes yang sudah lama mengabdi dan sudah berpengalaman tidak di proritaskan. Lebih disayangkan lagi, proses pelaksanaan kegiatan perekrutan prokes, banyak tidak diketahui masyarakat khusus para pencari kerja tamatan di bidang kesehatan.

“Saya banyak mendapat laporan jika kegiatan pelaksanaan perekrutan tenaga prokes kontrak di Dinkes terkesan janggal dan tidak transparan. Yang lulus ujian prokes informasinya diduga banyak orang titipan para pejabat. Saya meminta pihak Pemkab Mukomuko untuk meninjau ulang hasil kegiatan perekrutan prokes di Dinkes tersebut. Kalau perlu dilakukan ujian perekrutan ulang dan harus transparan kegiatannya,”tegas Kabri.

Busra Anggota DPRD MM dari Fraksi Gerindra

Hal senada juga di katakan Busra anggota DPRD Kabupaten MM dari Fraksi Gerindra, ia menyayangkan kegiatan perekrutan prokes yang telah dilaksanakan Pemkab melalui pihak Dinkes terkesan tertutup. Pasalnya banyak para tamatan kesehatan di daerah ini yang sesuai bidangnya ingin mengikuti ujian, tidak mengetahui adanya kegiatan perekrutan prokes tersebut.

“Saya juga mendapatkan informasi jika perekrutan prokes yang dilaksanakan tersebut, pihak Dinkes terkesan diam – diam dalam melaksanakan kegiatan. Seharusnya kalau ada perekrutan itu di gelar terbuka untuk umum. Banyak para tenaga tamatan bidang kesehatan di daerah ini tidak mengetahui ada ujian penerimaan tenaga kontrak prokes itu. Saya menyayangkan terjadi hal tersebut, saya meminta terkait masalah ini harus diselesaikan secepatnya,”ungkap Busra.

Dikonfirmasi Kepala Dinkes MM melalui Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Jhoni, ia menyatakan tidak mengetahui perihal proses perekrutan tenaga prokes tersebut.

“Mengenai perekrutan tenaga prokes ini, saya tidak mengetahui secara detil, bagaimana prosesnya dari awal hingga selesai,”jelas Jhoni.(top)