//Acara Digelar di “Warung Makan”//

Kegiatan penyerahan memori Serah terima jabatan Bupati Choirul Huda dan Wabup Haidir kepada Plh Bupati Marjohan hari ini (rabu red) digelar di salah satu “Warung Makan” di Kabupaten Mukomuko.

Semarfm.com – Hari ini Rabu 17 Februari 2021 jabatan Bupati yang di emban Choirul Huda dan Wabup Haidir selama 5 tahun telah usai. Berakhirnya jabatan yang di pegang dua sosok ini, di tandai dengan di gelarnya acara penyerahan memori serah terima jabatan Bup dan Wabup kepada Plh Bupati Kabupaten Mukomuko (MM) Marjohan. Namun sedikit mengelitik dan menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat, pegelaran acara memori serah terima jabatan tersebut tidak di gedung Pemkab ataupun gedung balai daerah, tetapi di laksanakan di salah satu “warung makan”. Selain itu anehnya, banyak para pejabat teras Pemkab MM yang tidak mengetahui dan menerima undangan atas perihal acara tersebut.

Syamsuri Rustam penasehat FPKM dan Eks anggota DPRD MM

Diungkapkan penasehat Forum Peduli Kabupaten Mukomuko (FPKM) Syamsuri Rustam, pegelaran acara memori serah terima  jabatan Bup dan Wabup kepada Plh Bupati MM hari ini terkesan “mamih” (asal terlaksana, red). Dibandingkan acara serah terima jabatan di daerah lain, kebanyakan digelar di aula gedung Pemkab atau di aula gedung balai daerah. Namun lain halnya di MM, acara serah terima jabatan di gelar di sebuah “warung makan” dan penandatangan dilakukan di atas meja makan untuk pengunjung warung.

“Setahu saya baru kali ini terjadi acara serah terima akhir masa jabatan kepala daerah dilaksanakan di sebuah warung makan dan terkesan “asal terlaksana”. Kenapa tidak di gelar di sebuah ruangan, apalagi ini acara pemerintahan dan kedinasan. Kecuali kalau pemkab Mukomuko tidak memiliki gedung, ini banyak gedung dengan aula besar milik daerah. Semoga nanti kedepannya tidak terjadi hal yang seperti ini lagi, sungguh miris kami melihat kejadian ini. Entah siapa yang punya ide seperti ini,”ungkap Syamsuri yang juga eks anggota DPRD MM.

Saat di konfirmasi Kabag Umum Setdakab MM Rahmat, kegiatan acara yang dilaksanakan di “warung makan” tersebut bukan kegiatan serah terima jabatan, namun acara perpisahan dan di hadiri oleh para FKPD Kabupaten MM.

“Itu hanya acara perpisahan saja. Yang hadir seluruh FKPD”singkat Rahmat.

Saat di konfirmasi ke beberapa pejabat teras Pemkab MM, mereka mengakui tidak mendapat undangan ataupun pemberitahuan adanya acara serah terima jabatan pada hari Rabu 17 Februari 2021, sehingga banyak pejabat teras tidak hadir dalam acara tersebut. Padahal mereka selama ini adalah perpanjangan tangan kepala daerah dalam melaksanakan tugas penting menjalankan roda pemerintahan Kabupaten MM.

“Kami tidak mendapat undangan atau pemberitahuan adanya kegiatan acara memori serah terima jabatan bupati dan wakil bupati hari ini (rabu – red). Kalau kita di undang tetap akan datang, sebab beliau  adalah pimpinan kita dahulu. Jika memang ada acara serah terima jabatan, alangkah baiknya dilaksanakan di gedung balai daerah sekaligus bisa silahturahmi dan saling berpamitan dan memaafkan,”tutur Iskameri Kakan Kesbagpol Sandi.(top)