//Bustam : Jika Kondisi Tubuh Kurang Fit, Penyuntikan Vaksin Bisa Ditunda//

Dirawat : Begini Kondisi Salah Satu Petugas puskesmas Teramang Jaya mendapat perhatian perawatan khusus. ia tak sadarkan diri beberapa menit setelah di suntik vaksin.

Semarfm.com – Setelah dilaksanakan penyuntikan perdana vaksin penanganan virus Covid – 19 bertempat di Dinas Kesehatan (Dinkes) MM senin lalu terhadap Forkopimda MM. Hari ini dilakukan penyuntikan vaksin virus covid – 19 kepada para tenaga kesehatan (Tenkes) di setiap Puskesmas di kecamatan. Terjadi sebuah insiden di Puskesmas Teramang Jaya, salah seorang(Tenkes) GN pingsan beberapa menit setelah dilakukan penyutikan vaksin terhadap dirinya. Usai mendapat perawatan di Puskesmas, GN di bawa dari puskesmas untuk dirawat di rumah. Informasi yang di dapat, tenaga kesehatan yang mengalami dampak dari suntik vaksin tersebut, diketahui dalam masa pemulihan setelah melakukan beberapa operasi salah satunya operasi penyakit usus buntu beberapa waktu lalu. Kejadian yang serupa informasinya juga terjadi di Puskesmas Kecamatan Kota MM, kuat dugaan dalam kondisi tubuh kurang fit 2 tenkes mengalami mual-mual dan pusing. Dalam proses pelaksaan kegiatan penyuntikan vaksin di puskesmas hari ini, para petugas tidak di dampingi oleh pihak dari Dinkes Kabupaten Mukomuko.

Dikatakan Nasrun ayah dari GN, ia mengaku terkejut mendapat informasi jika anaknya mengalami kondisi pingsan setelah di suntik vaksin covid – 19 di puskesmas. Mendengar hal tersebut Nasrun langsung ke puskesmas melihat kondisi anaknya yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Setelah dilakukan penanganan terhadap GN, Nasrun meminta kepada petugas puskesmas agar membawa anaknya untuk dirawat di rumah.
Dipaparkan Nasrun, jika anaknya sedang dalam masa pemulihan usai dilakukan operasi usus buntu beberapa waktu lalu. Terjadinya hal tersebut, ia mempertanyakan posedur dan proses sebelum penyuntikan vaksin para petugas yang dibawah naungan Dinkes. Pasalnya kejadian yang di alami anaknya, adalah salah satu bentuk kelalaian dari pihak petugas yang di persiapkan oleh Dinkes tersebut.

“Setelah di suntik kondisi fisik anak saya melemah hingga pingsan, seharusnya di cek dulu kesehatan anak saya, dia itu baru selesai melakukan beberapa operasi, terbarunya operasi usus buntu beberapa waktu lalu. Selain itu kok tidak memberitahu saya selaku keluarga. Semua kan ada proses sebelum dilakukan penyuntikan, seperti pemeriksaan kesehatan dan lain – lain. Kalau nanti terjadi apa – apa terhadap anak saya siapa bertangung jawab. Kejadian ini jangan sampai terjadi lagi di tempat lain, saya mendukung program pemerintah ini, saya berpesan pihak petugas penyuntikan vaksin dari Dinkes harus melaksanakan langkah proses – poses sebelum dilakukan penyuntikan, sehingga tahu kendala dan riwayat penyakit di alami sebelum di suntik,”tegas Nasrun.

Dikonfirmasi Sekretaris Dinkes Bustam B, ia mengakui adanya kejadian di Puskesmas Teramang Jaya setelah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas. Di uraikan Bustam, penyuntikan vaksin saat ini khusus dilakukan untuk tenaga kesehatan. Sedangkan petugas pelaksana adalah tenaga yang sudah dilatih untuk kegiatan penyuntikan vaksin tersebut. Mengenai efek usai suntik vaksin bagi kondisi tubuh kurang fit memang ada, seperti mual-mual, pusing dan keringat dingin kemungkinan itu bisa terjadi. Sedangkan terkait riwayat penyakit masyarakat yang belum bisa di suntik vaksin itu, seperti mengalami penyakit darah tinggi, sakit magh yang lama dan rematik menahun. Untuk pelaksaan proses penyuntikan di lalui 3 proses, dengan di siapkan 3 meja untuk petugas . Dari 3 tahap proses itu, saat di tanya petugas diharapkan tenaga kesehatan dan masyarakat kedepannya harus berterus terang dengan kondisi fisik tubuh dan kesanggupan disuntik vaksin saat hari pelaksanaan. Jangan takut di vaksin, jika kondisi tubuh tidak fit bisa dilakukan penundaan penyuntikan vaksinasi.

“Kami akan terus pantau kondisi GN jika nanti belum ada perkembangan akan di rujuk ke RSUD MM. Dalam pelaksanaan kami sediakan tiga meja petugas dilokasi penyuntikan, meja pertama untuk pendaftaran, meja kedua untuk screening, periksa tensi darah dan di tanya riwayat penyakit serta kondisi tubuh. Usai itu di ajukan kesiapan mereka di vaksin, jika siap lalu menuju meja tiga untuk di vaksin, jika tidak siap maka dilakukan penundaan penyuntikan vaksin. Dan perlu di anjurkan kepada tenkes dan masyarakat harus jujur saat di tanyakan oleh petugas tentang kondisi badan fit atau tidak, kalau tubuh kurang fit penyuntikan bisa di tunda. Seperti pak Wabub kemarin, karena kurang fit disebabkan tensi darah tinggi dan dia belum sanggup disuntik vaksin hari itu, maka dilakukan penundaan penyuntikan.”jelas Bustam

Ketika di konfirmasi GN melalui via telpon, pada pukul 20.21 Wib, saat ini kondisi GN sudah mulai membaik, namun tubuh masih lemah. Di akui oleh GN sebelum dilakukan penyuntikan, jika ia telah menyatakan bahwa dirinya pernah operasi beberapa waktu lalu kepada petugas, namun petugas pelaksana kegiatan penyuntikan vaksin meminta surat keterangan dari dokter atau surat rekam medik dari rumah sakit tempat GN beroperasi.

“Saya sudah memberikan keterangan Yang jujur tentang riwayat penyakit dan kondisi yang saya alami kepada petugas. Saya juga ceritakan empat hari yang lalu saya mengalami batuk dan flu, jawaban mereka sudah lewat waktu, kalau gejala  batuk dan flu dihitung tiga hari, baru tidak di suntik vaksin. Usai saya di suntik vaksin reaksi efek mulai saya rasakan 3 menit setelah itu pusing. Saat ini kondisi saya sedikit membaik, hanya mual-mual saja masih terasa,”ungkap GN.”(top)