//Produksi Bibit Ke Seluruh Provinsi//

 

Bukti : Berhasil memproduksi bibit padi sendiri hingga di minati petani se indonesia, Waka II DPRD secara Khusus Undang Petani Milenial Asal Kecamatan Selagan Raya Untuk Hearing.

Semarfm.com – Keberhasilan para pemuda Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko (MM) patut di acungi jempol. Beberapa pemuda yang di prakarsai Sosok pemuda yang kerap di panggil “petani milineal” oleh warga ini, berhasil melakukan pembibitan padi jenis biasa dan ketan hingga penjualannya telah menyebar ke provinsi lain se antero nusantara. Namun sangat di sayangkan keberhasilan pemuda ini, tidak tersentuh oleh pihak pemerintah daerah (Pemkab) MM selama ini. Padahal keberhasilan para petani melenial ini menjadi program yang bagus untuk daerah kedepannya. Pasalnya, jika di berikan pengarahan dan dukungan materil, tidak memungkinkan Kabupaten MM kedepannya  bisa menjadi penyedia bibit tanaman padi yang berkualitas tinggi, hingga bisa di jual ke daerah lain dan bisa menambah pendapatan daerah.

Diungkapkan Ketua Petani Milenial MM Dika Pradita usaha kegiatan pembibitan padi ini sudah lama ia lakukan bersama-sama dengan para pemuda lainnya di Selagan Raya dengan upaya swadaya para petani milenial. Namun ketenaran bibit padi petani milenial mulai di ketahui pada tahun 2018 hingga sampai saat ini. Permintaan konsumen saat ini mulai dari Aceh, Kalimantan, Palembang, Sulawesi dan daerah lain se indonesia. Bibit yang dijual ada 2 yakni bibit padi biasa hingga padi Ketan. Sedangkan bibit yang di sediakan mulai jenis bawon,haq siam-siam,imparit 32. Kalau jenis ketan yakni ketan gredel.

“Memperkenalan bibit yang di produksi kami lakukan melalui media sosial sejak 2018. Pada tahun 2019, mulai berdatangan permintaan dari petani berbagai provinsi. Sampai saat ini, hanya para petani dari wilayah Papua belum terjangkau. Sampai saat ini kami masih mengembangkan usaha dengan dana swadaya. Memang hingga sekarang belum ada sentuhan dan bantuan dari pemerintah daerah kepada kami. Kami berharap pihak pemerintah sedikit melirik terobosan yang telah kami lakukan, kalau untuk kemajuan struktur pertanian daerah kita, kami siap membantu,”ungkap Dika.

Hasil pembibitan petani milenial Mukomuko yang diminati oleh para petani di luar Provinsi Bengkulu

Dilanjutkan Dika, dari hasil uji alamiah dan bukti di lapangan, bibit dari kelompok petani milenial ini, dengan luas lahan sawah 1 Hektare bisa menghasilkan padi sekitar 9 – 10 ton normalnya dengan pemeliharaan yang baik. Sedangkan untuk satu sak bibit padi dengan berat 5 Kg di hargai Rp 100.000.

“Kadang kala kami cukup kewalahan banyak nya permintaan dari konsumen. Ya bagaimana biaya terbatas. Kami berencana mengajak para petani milenial dari kecamatan lain di Mukomuko ini untuk bekerjasama dalam penyediaan bibit asli produksi daerah. Hal itu akan terlaksana jika ada perhatian dari pemerintah daerah kedepan,”ucap Dika.

Mendapat informasi adanya kreatifitas dan terobosan baru struktur pertanian oleh para petani milenial MM, secara khusus Waka II DPRD MM Nopi Yanto mengundang perwakilan para petani milenial ke gedung DPRD MM untuk berdiskusi. Sekitar pukul 01.00 Wib, kedatangan perwakilan pertanian disambut Nopi Yanto di ruang kerja nya.

Diungkapkan Nopi Yanto, hasil kreatif para petani milenial MM ini akan menjadi aset bagus untuk pertumbuhan daerah dari sektor pertanian. Jika hal ini di kembangkan tidak memungkinkan Kabupaten MM akan kembali menjadi daerah lumbung padi. Hal yang lebih baiknya, jika hasil kreatifitas penyedian bibit para petani milenial ini di suport pemerintah daerah, Mukomuko akan menjadi daerah penyedia bibit terbaik dan bisa di jual ke daerah lain hingga manca negara.

“Saya sendiri merasa terkejut mendengar informasi ini, padahal hasil kreatifitas para petani muda ini sudah lama. Sangat di sayangkan pemerintah daerah tidak mengetahui hal ini. Sesuai dengan arahan presiden RI untuk lebih memproritaskan pertumbuhan ketahanan pangan di setiap wilayah untuk memulihkan ekonomi dampak covid – 19. Saya akan serius menyikapi keberhasilan para petani milenial ini, agar menjadi program pengembangan bibit padi asli lokal Mukomuko. Kalau perlu kita anjurkan agar petani MM mengutamakan memakai bibit produksi lokal. Kami akan mencoba mengajak pihak eksekutif melalui dinas terkait untuk membicarakan lebih lanjut,”ujar Nopi serius.(top)