1. //Ditanya Tugas Wabup, Rahmadi Bingung Menjawab//

 

 

Debat putaran ke dua memanas, Wabup kedua paslon saling serang

 

Semarfm.com – Debat terbuka putaran kedua yang dilakukan di aula Bapeda rabu 25 dimulai pukul 08.00 Wib. Debat terbuka yang di siarkan secara live melalui RBtv,  juga membuat posko kedua paslon diramaikan masyarakat yang datang untuk menonton. Momen terbaik debat putaran kedua ini, Cawabup 02 Wasri dengan piawai menunjukan ke publik, jika perempuan tidak kalah dengan laki-laki dalam hal berpikir dan bekerja menentukan arah pembangunan dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Mukomuko (MM). Namun dalam debat kedua ini, permasalahan Gagal Bayar dan PAD pada tahun 2019 masih menjadi topik hangat para kandidat paslon.

Pada segment ke 5 pertanyaan dan sanggahan, Wasri sosok perempuan yang pertama ikut bursa pencalonan pilkada yang telah berlangsung di MM selama ini. Pada pilkada tahun 2020, Wasri mencoba terjun mencalonkan diri sebagai Cawabup 02. Pada debat putaran kedua, ia menunjukan kredibilitas mewakili kaum perempuan harus ikut andil dalam membuat kebijakan Pemerintahan Kabupaten Mukomuko mendatang.

Di tanyai oleh Rahmadi cawabup 02 tentang ” program apa yang akan ibu Wasri bawa dari pusat untuk meningkatkan taraf ekonomi perempuan ke daerah, dan visi misi tentang meningkatkan taraf hidup perempuan tidak ada?,” Tanya Rahmadi.

Dengan tegas Wasri menjawab pertanyaan Rahmadi, jika visi misi tentang meningkatkan taraf hidup perempuan itu ada dan sudah tercantum dalam program kerja kedepan.

” Jika kami terpilih nanti, Saya akan mendatangi Kementrian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementrian Pembangunan Usahawan dan Koperasi, untuk beroordinasi agar bisa mendapat suport dana dari pusat untuk menunjang usaha kecil menengah dan keterampilan para wirausaha pemudi di Mukomuko. Ini saat nya khusus kaum perempuan Mukomuko memulai ikut berperan dalam menentukan kebijakan arah pembangunan Mukomuko”tegas Wasri.

Sanggahan Rahmadi dari jawaban Wasri sungguh mengejutkan, Ia mengatakan Wasri tidak akan sanggup menjalankan program itu disebabkan ada kekurangan dan karena hal alasan tertentu (“seorang perempuan red”), maka ia yakin program lain akan terkendala.

Pada Gilirannya, Wasri memberikan pertanyaan tentang tugas pokok seorang Wabub dalam pemerintahan. “Saya ingin tanya, jika saudara Rahmadi terpilih menjadi wakil bupati, apa tugas seorang wakil bupati mendampingi bupati dalam pemerintahan?,” ungkap Wasri.

Kembali Cawabup 01 di uji dengan pertanyaan simple, namun jawaban yang di ucapkan Rahmadi tidak sesuai dengan arah pertanyaan.

“Saya jika menjadi wakil bupati, saya harus tau batas mana kerja seorang wakil bupati. Wakil bupati betugas untuk menunjang kerja seorang bupati. Jika ada bantuan dari pusat, saya seorang wakil bupati akan mendukung seratus persen bantuan tersebut dan semaksimal mungkin pekerjaan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat,”jawab Rahmadi.

Jawaban Rahmadi di sanggah Wasri tidak sesuai dengan aturan perundang – undangan yang ada. Dijelaskan Wasri, sesuai dengan UU nomor 09 tahun 2015 dan perubahan UU nomor 23 tahun 2015 tentang pemerintah daerah, wakil kepala daerah bertugas membantu kepala daerah dalam hal pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Mengkoordinasi peran perangkat daerah dan menindak lanjuti hasil laporan dan hasil temuan pengawasan aparat pengawas.

“Jawaban dari saudara Rahmadi tidak tepat. Wakil bupati juga bertugas memberikan pertimbangan dalam pelaksanaan pemerintahan. Selain itu juga mengambil tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau  berhalangan. Ini lah tugas seorang wakil bupati,”terang Wasri.(@-/top)