//Arman : Surat Edaran Menteri Abaikan Saja//

Rapat : hari ini lanjutan rapat di ruangan komisi I membahas kenaikan UMK tahun 2021.

 

Semarfm.com – Sebuah kabar gembira untuk semua pekerja (buruh) Kabupaten Mukomuko (MM). Sebelumnya dalam pertemuan dengan perwakilan 1740 buruh tergabung di FSPMI di gedung dewan kemarin, sepakat ketua DPRD,Waka I dan II serta para ketua komisi, siap menanggapi dan membantu keluhan para buruh. Antara tiga item keluhan para buruh, di proritas masalah isu tentang tidak ada kenaikan upah tenaga kerja (buruh). Hal itu sesuai dengan keluarnya Surat Edaran (SE) menteri Tenaga Kerja yang menyatakan  tidak ada kenaikan upah tenaga kerja tahun 2021 karena dampak covid. Dari hasil pertemuan dengan Dewan Pengupahan (DP) MM, dan OPD terkait hari ini, UMK Mukomuko akan naik tahun depan. Diketahui UMK di MM tahun ini sekitar Rp 2.400.000, pada tahun 2021 akan naik menjadi sekitar Rp 200.000.

Diungkapkan Armansyah Ketua Komisi I DPRD MM, dalam pertemuan dengan DP MM hari ini, DPRD MM khusus komisi I mensuport adanya kenaikan Upah Minimun Kabupaten (UMK) tahun 2021. Sesuai SE Menteri Tenaga Kerja, yang menyatakan tidak ada kenaikan upah tenaga kerja karena dampak covid 19 agar tidak menjadi patokan. Disebabkan MM tidak ada dampak yang signifikan akibat virus covid 19 terhadap pertumbuhan industri si wilayah ini.

“Untuk SE itu, kami meminta para DP dan buruh untuk di abaikan saja. Sebab daerah kita tidak ada dampak terhambatnya aktivitas perusahaan. Dari hasil pertemuan kami, di sepakati dan mendukung kenaikan upah tenaga kerja tahun depan,”ungkap Armansyah.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi I Maskur, ia mendukung penuh kenaikan upah tenaga kerja (buruh) pada tahun 2021. Perusahaan yang ada di MM, dianjurkan untuk lebih memikirkan nasib para buruh untuk kedepannya.

“Perusahaan dan para buruh itu saling melengkapi. Tidak akan jalan perusahaan sawit jika tidak ada tenaga kerja. Jangan hanya memakai tenaganya saja, hak para buruh juga harus di pikirkan,”tutup Maskur.(top)