Semarfm.com – Rencana pemanggilan pihak RSUD MM oleh Komisi III DPRD Kabupaten MM,tampaknya serius dilakukan. Hari ini Selasa 20 oktober pihak RSUD akan mendatangi gedung dewan. Kedatangan mereka untuk memenuhi surat panggilan terkait permasalahan kegiatan rehabilitasi gedung di RSUD tahun ini, yang diduga terdapat permasalahan.

 

Salah satu item kegiatan rehab gedung di RSUD MM menggunakan dana DAK tahun ini yang di pertanyakan.

 

Dikatakan ketua Komisi III DPRD MM Wisnu Hadi, surat pemanggilan dari komisi III sudah di berikan ke pihak RSUD. Pemanggilan dilakukan untuk klarifikasi masalah laporan, dugaan terjadinya kejanggalan di pekerjaan rehab salah satu gedung yang sedang dilaksanakan.

“Surat sudah kami kirim beberapa hari yang lalu, rencana mereka akan datang hari ini. Kami ingin klarifikasi laporan dugaan terjadi kejanggalan salah satu gedung yang berstatus total loss tersebut. Kami menginginkan keterbukaan pihak RSUD nanti”. Tegas Wisnu.

Dilanjutkan wisnu, dalam surat pemanggilan, yang diminta hadir semua pihak RSUD yang terkait kegiatan yang berjalan saat ini. Mulai Direktur RSUD, PPK dan PPTK.

“Semua yang terkait kegiatan rehab itu, kami minta hadir. Kami juga meminta semua administrasi kegiatan yang sedang berjalan juga di bawa untuk kami teliti nantinya”.ujar Wisnu.

Sekedar mengulas kan, pekerjaan rehab gedung yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko pada tahun ini menjadi sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya sebanyak 3 ruang yang di rehab itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2020,dengan pagu Rp lebih kurang Rp 16 M di duga ada kejanggalan. Dugaan kejanggalan terdapat di perehaban ruang vip kelas satu (I) dan tiga (III) dengan total dana Rp 5,8 M,pekerjaan rehab dilakukan oleh PT Affan Alvi sejahtera. Sebelumnya proyek pembangunan rumah sakit pada tahun 2012 yang lalu telah menjerat sebanyak 11 orang diantaranya, ada ASN yang di berhentikan dalam kasus tindak pidana korupsi tahun 2016 tersebut. Terungkapnya praktek KKN yang saat itu ditangani tim penyidik Polda Bengkulu,setelah keluar hasil audit pihak terkait, informasinya menyatakan total loss pada pembangunan ruang ( vip) kelas satu (1), sedangkan kerugian negara,sudah di kembalikan oleh pihak PT PP yang saat itu selaku pelaksana pekerjaan proyek itu.(top)