Kamis 15 Oktober 2020 Kecamatan Kota Mukomuko (MM) dirundung duka. Salah satu Sosok perempuan pejuang pendidikan ibu guru Seri Utami, mantan guru SMPN 1 MM tutup usia pada pukul 17.45 Wib di Rumah Sakit Umum Daerah Mukomuko.

Almarhumah telah mengajar di SMPN 1 sejak MM sebuah kecamatan tergabung dengan Kabupaten Bengkuu Utara (BU). Dalam mendidik para murid almarhummah dikenal sedikit tegas hingga dijuluki sosok guru “killer”namun sangat menyayangi anak didik nya. Almarhumah adalah guru khusus dalam mata pelajaran matematika, selain memberi pelajaran di sekolah, almarhumah juga membuka les belajar di rumah tanpa pungutan biaya sepeserpun. Namun tak jarang para orang tua murid mengantar buah – buahan hasil kebun ke rumah beliau saat mereka panen sebagai hadiah.

 

Proses Jasad Guru Senior SMPN 1 Dikebumikan di TPU Talang Merando

Diceritakan Helvi yang pernah menjadi murid almarhumah, masih membekas dalam ingatannya, sosok almarhumah ibu Seri Utami dalam mengajar. Di SMPN 1 pada tahun 1993 Helvi mengaku dari kelas satu ibu Seri Utami yang kerap disapa “buk Sri” sangat disiplin dalam mengajar dan tidak kenal kompromi hingga menjadi wali kelasnya saat dikelas 3.

“Almarhumah selalu tepat waktu datang di sekolah dengan di hantar sang suami, mengendarai motor kharisma putih. Masih terbayang dalam ingatan saya, beliau kalau mengajar di sekolah selalu memakai sepatu hitam tumit tinggi ciri khas beliau. Kalau siswa dalam ruang kelas ribut, jika terdengar bunyi sepatu beliau lewat, seluruh siswa akan diam dan duduk rapi. Jika ada murid yang tidak membuat tugas PR, sanksi dari beliau,berdiri di depan kelas hingga mata pelajaran beliau usai. Tegas dan disiplin yang beliau ajarkan membuat kami tertempah menjadi sosok yang siap menyongsong masa depan”. cerita Helvi.

Doni S juga salah seorang yang pernah menjadi murid almarhumah, ia mengaku sangat terkejut mendengar berita ibu Sri menutup mata untuk selama-lamanya.Doni yang dulu bertetangga dengan almarhummah sangat tahu kesibukan beliau sehari- hari. Menurut Doni, beliau termasuk orang ramah dalam bertetangga. Setelah beliau pulang dari mengajar almarhumah mengajar les di rumah hingga sore. Kalau hari Minggu beliau bersama suami suka pergi ke kebun. Selain itu, beliau juga banyak mengajak para murid berlatar belakang kekurang mampu dan yang domisili wilayah lain, untuk tinggal dirumah dan dibiayai hingga ada yang selesai menempuh pendidikan SMA.

“Saya bertetangga dengan beliau, dan saya juga salah satu murid les beliau dirumah. Almarhumah tidak terkenal tegas dan disiplin di sekolah, namun di rumah dalam mendidik anak-anak beliau juga disiplin. Jika hari idul Fitri rumah beliau selalu ramai di kunjungi bekas murid beliau hingga sampai tahun ini. Kami mendoakan,semoga almarmarhuma tenang di tempat peristirahatan yang terakhir dan seluruh amal ibadah beliau diterima Allah, Aamiin”.tutup Doni.

Dari pantauan semarfm.com di rumah almarhumah sangat ramai di kunjungi para pelayat sejak Kamis malam hingga sore Jum’at. Dari rumah beliau jasad almarhummah di bawa ke mesjid Jamik Kota MM untuk di shalati. Usai pelaksanaan shalat Jum’at jasad almarhumah dishalatkan oleh ratusan orang tergabung mantan murid beliau. Usai di shalatkan, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua ikut mengantar jasad almarhumah untuk  dikebumikan di TPU Talang Merando kelurahan Koto Jaya pada pukul 15.00 Wib. Sempat membuat terharu saat jasad diturunkan  ke dalam liang tanah, para pelayat yang pernah menjadi murid almarhummah mengucapkan “Selamat jalan ibuk Sri, gurung ngan kaming sayang, semoga arwah ibuk tenang di alam sinan”. Sambil menetes air mata”.(top)