//Siap Panggil Pihak Terkait//

Semarfm.com – Terkait permasalahan kegiatan rehab gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko (MM), yang saat ini sedang berjalan menjadi sorotan dua (2) komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) MM. Ketua Kedua komisi yakni komisi II dan komisi III bersepakat akan serius mendalami permasalahan di RSUD MM, yang diduga terdapat kejanggalan dalam prosedur kegiatan dengan total anggaran milyaran itu. Dalam waktu dekat 2 komisi ini akan memangil pihak yang terkait dengan pekerjaan rehab gedung tersebut.

Ketua komisi III Wisnu dan anggota Safaat akan memanggil pihak RSUD terkait kegiatan rehab gedung 2020

Diungkapkan Ketua komisi III DPRD MM Wisnu Hadi, dengan tegas menyatakan akan memanggil pihak RSUD untuk menanyakan titik permasalahan mengenai rehab yang sedang dilaksanakan. Diduga salah satu gedung direhap pernah terkait permasalahan hukum Tipikor dengan status total loss,tetapi direhab.

“Dalam waktu dekat ini,kami akan panggil pihak RSUD untuk mempertanyakan proses kegiatan dari awal rehab tersebut. Apalagi perihal gedung itu terkait kasus lama, sudah 11 orang menjalani hukuman diantaranya ada ASN dan sedihnya mereka di berhentikan. Kami akan serius menelusuri permasalahan ini”.tegas Wisnu.

Hal senada juga di sampaikan anggota komisi III Safaat, ia mendukung rencan pemanggilan pihak RSUD. Mengenai adanya dugaan total loss hasil audit perkara yang lama, dan direhap dengan alasan Azas manfaat, dan melanggar aturan dan prosedur yang ada, jelas tidak diperbolehkan.

“Semua harus sesuai aturan dan ketentuan, jelas tidak boleh jika melaksanakan kegiatan dengan melanggar dan menyampingkan aturan yang mengikat. Saya setuju dengan pemanggilan yang akan dilakukan ini”.kata Safaat.

Ketua komisi II DPRD MM Antonius Daile juga menyoroti perihal kegiatan rehab yang dilaksanakan di RSUD MM saat ini. Dari komisi II direncanakan dalam waktu dekat akan memanggil pihak BKD yakni bidang aset untuk mempertanyakan status gedung yang di rehab tersebut.

Ketua komisi II DPRD MM

“Kami akan memanggil, bagian bidang aset untuk menanyakan bagaimana status gedung yang di rehab itu, karena sebelumnya diketahui dari hasil audit dalam kasus Tipikor yang dulu yaitu total loss. Ini harus jelas”.tutup Anton.(top)