Semarfm.com – Pekerjaan rehab sebanyak 3 gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM Menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun ini yang menimbulkan pertanyaan besar tersebut,mulai sedikit jelas. sebelumnya diduga ada kejanggalan tentang status gedung VIP yang pada kasus Tipikor 2016, dari hasil audit informasinya total loss,dan kerugian negara sudah dikembalikan. Tetapi diduga melanggar prosedur aturan yang ada, gedung ruang VIP tahun ini kembali direhab. Anehnya, kegiatan rehab tersebut belum ada koordinasi dari pihak RSUD ke Bagian Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) MM. Selain itu, bagian Hukum Setdakab MM juga mengakui belum ada koordinasi perihal kegiatan rehab gedung RSUD khususnya  ruang VIP .

Item pekerjaan rehab ruang VIP RSUD MM yang dipertanyakanDikonfirmasi Kadis BKD melalui Kabid Aset Eka Purwanto, membenarkan tidak ada koordinasi dari pihak RSUD atas kegiatan rehab gedung tersebut. Namun mengenai adanya total loss terkait kasus lama pada gedung VIP kelas I yang direhab tahun ini,terdaftar tidaknya dalam aset juga belum jelas.”kalau masalah koordinasi dari pihak RSUD kepada kami belum ada sama sekali. Kalau khusus gedung VIP hasil audit pada perakara Tipikor kasus lama, tidak ada terdaftar tersendiri sebagai aset daerah”.terang Ade.

Dilanjutkan Ade mengenai status aset daerah yang terdaftar di BKD, ada pembangunan gedung RSUD tahun 2012 kegiatan bangunan gedung kantor permanen Rp 36 M lebih, belum termasuk perencanaan dan pengawasan dan bangunan rumah sakit umum Rp 1,3 M lebih,belum termasuk perencanaan dan pengawasan.”kemungkinan kegiatan pembangunan gedung ruang VIP masuk dalam dua kegiatan tersebut. Memang ada saya dengar, pada kasus lama tentang kerugian negara, tapi mengenai total loss pada gedung VIP,saya kurang tahu. Saya juga baru menjabat di sini”.pungkas Ade.

Saat dikonfirmasi Kabag Hukum Setdakab MM Bachtiar Syofian SH, mengenai kegiatan perehaban gedung di RSUD MM, belum ada koordinasi dari pihak RSUD MM kepada dirinya. Terkait status gedung VIP kelas I itu pada kasus lama status total loss, juga kurang diketahui Syofian.”memang semestinya harus duduk bersama mengenai hal ini, agar semuanya bisa jelas. Dan juga kami tidak membidangi dan terkait hal tersebut.tetapi alangkah baik bisa saling koordinasi”.ungkap Syofian.(top)