Semarfm.com – Mukomuko : Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi, SH., S.IK., MH, saat dimintai tanggapannya soal pernyataan Muslim Chaniago, SH., MH selaku kuasa hukum Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Mukomuko, Heri Prasetyono, S.STP. dalam perkara dugaan penyalahgunaan aset negara berupa excavator,  menyatakan, hal tersebut merupakan hak bagi kuasa hukum untuk menganalisa.

AKBP Andy Arisandi, SH., S.IK., MH Kapolres Mukomuko

Kapolres menegaskan, Proses penegakan hukum, selalu didasari fakta-fakta. Tidak terkecuali dalam penanganan dugaan penyalahgunaan excavator milik negara yang sedang ditangani pihak Polres Mukomuko saat ini, dalam hal menegakkan hukum, bagi penyidik atau aparat penegak hukum, tidak ada analisa

“Kalau ada yang mau menganalisa, silahkan. Tapi, aparat penegak hukum berangkat dari fakta-fakta. Fakta-fakta yang sudah terkumpul akan dijadikan alat bukti. Kalau faktanya sudah cukup, kembali akan ditingkatkan ketahap selanjutnya. Itu prosesnya. Tidak ada penyidik menganalisa,” tegas Andy .

Kapolres juga menyatakan, fakta-fakta dugaan penyalahgunaan excavator milik negara ini akan diungkapkan di persidangan. Apakah ini pertanda, kalau pihak Kepolisian yakin kalau kasus ini akan terus bergulir hingga ke meja persidangan?.

“Fakta-fakta nanti akan kita sampaikan di persidangan,” imbuh Kapolres.

Dalam keterangan sebelumnya, Kapolres mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menentukan potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan penyalahgunaan excavator milik negara tersebut. 

Sebelumnya, kuasa hukum Kadistan Mukomuko, Muslim Chaniago mengatakan, jika kliennya adalah korban dalam perkara ini. Menurutnya, pokok masalahnya buka pada penggunaan alat berat, tapi ia menyebutkan, persoalan ini muncul karena beberapa kesepakatan dalam penyelesaian program cetak sawah tidak terpenuhi. Sehingga Kadistan mengambil kebijakan memanfaatkan alat berat milik negara untuk mencari pengganti uang operasional pada saat digunakan untuk cetak sawah.

Sekedar mengulas singkat. Proses penanganan perkara dugaan penyalahgunaan aset negara berupa excavator ini, sudah sampai tingkat penyidikan. Beberapa yang sudah dilakukan oleh pihak penyidik, diantaranya, telah memanggil beberapa saksi. Kemudian, penyidik juga sempat melakukan penggeledahan di kantor dan rumah pribadi Kadistan Mukomuko.

Pewarta : @-