Semarfm.com – Mukomuko :   Guna menghadapi persoalan hukum yang membelit dirinya Heri Prasetyono, S.STP  Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Mukomuko, yang terseret dalam perkara dugaan penyalah gunaan aset negara berupa alat berat excavator yang saat ini tengah ditangani Polres Mukomuko, telah menunjuk lima orang Pengacara kondang yang salah seorang diantaranya, Muslim Chaniago, SH., MH.

Muslim Chaniago siap dampingi Kadistan

Dikonfirmasi Rabu (27/5/20), Muslim membenarkan telah ditunjuk sebagai kuasa hukum Heri Prasetyono, sebagai Kadis Pertanian. Selain dirinya ada empat Pengacara lain yang juga mendampingi Kadistan Mukomuko menghadapi perkara dugaan penyalahgunaan aset negara ini.

“Benar, Beliau telah menunjuk lima orang kuasa hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bintang Keadilan beberapa hari yang lalu. Untuk menghadapi perkara seperti ini, memang jarang maju sendiri, harus tim. Dalam perkara ini, ada lima orang tim kita,” ujar Muslim.

Dimintai tanggapan terhadap proses hukum yang membelit kliennya, Muslim mengatakan pihaknya menghormati langkah-langkah yang telah dilakukan aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Polres Mukomuko.

Namun menurut tim kuasa hukum Kadistan Mukomuko ini , kliennya tidak melakukan penyalahgunaan aset negara berupa excavator milik negara itu.

“Klien kami tidak mengkomersilkan aset negara excavator itu, untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Dijelaskan Muslim, yang terjadi adalah, kliennya sebagai Kadistan Mukomuko, memanfaatkan excavator pinjaman dari Pemerintah Provinsi Bengkulu itu untuk menutupi biaya operasional pada saat digunakan untuk melanjutkan program cetak sawah baru di Kecamatan Air Manjuto selama 1.137 jam.

“Mulanya itu, alat berat itu dipinjam dari Pemprov untuk melanjutkan program Kementrian Pertanian RI yaitu cetak sawah, yang pelaksananya TNI AD yang di Mukomuko dilaksankan oleh Kodim 0428/MM,” bebernya.

Lebih lanjut Muslim mengatakan alat itu dipinjam pada Bulan April tahun lalu.(2019) Sebelum alat itu diangkut ke Mukomuko untuk cetak sawah, ada kesepakatan biaya operasional yang akan dibayar dari anggran cetak sawah melalui Kodim 0428/MM. Akan tetapi, setelah alat bekerja, biaya operasional dari anggran cetak sawah itu tidak cair.

Karena itulah, Kadistan mengambil kebijakan, memanfaatkan alat berat itu untuk mencari biaya operasional excavator yang telah digunakan untuk cetak sawah di Kecamatan Air Manjuto.

“Seperti yang sudah kawan-kawan ketahui, alat itu ada dimanfaatkan pihak kontraktor, pemilik quari (galian C), tujuannya untuk mencari biaya operasional dan mengganti alat-alat excavator. Karena dalam perjanjian dengan Pemprov, semua biaya yang harus dikeluarkan pada penggunaan excavator ini dibebankan kepada Distan Mukomuko. Anggran di dinas dari APBD juga tidak ada. Maka ia (Kadistan Mukomuko) mengambil kebijakan tersebut,” demikian Muslim.

Pewarta @-