Semarfm.com – Mukomuko : Kepolisian Resort Mukomuko mengumpulkan wartawan dan melaksanakan konfrensi Pers terkait pengamanan atas pelaku pelanggaran UU ITE, selasa 26/05/20 di Aula Mapolres Mukomuko.

Dijelaskan oleh Kapolres Mukomuko AKBP Andy Arisandi pelaku yang mempunyai akun FB Ayu ini melakukan penghinaan terhadap institusi polri setelah memberikan komentar pada salah satu postingan wetna Junita

press conference Polres Mukomuko

“Sebagaimana yang sudah teman-teman ketahui, kemarin, Senin (25/5) sempat heboh, ada akun bernama Ayu, melontarkan komentar di postingan Akun Wetna Junita, yang komentarnya tidak pantas. Setelah kita lakukan pelacakan dengan jaringan kita, diketahui, kalau akun Ayu itu milik TS, warga Suka Maju. Dia kita amankan dirumahnya,” jelas Kapolres.

Kasus ini bermula, saat TS mengomentari postingan akun Facebook Wetna Junita, yang menginformasikan kegiatan jajaran Polres Mukomuko melakukan penjagaan dan menutup objek-objek wisata dalam rangka antisipasi penularan Covid-19.

TS berkomentar berbau penghinaan terhadap institusi kepolisian. Gara-gara itu ia ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Ia pun dijerat Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU-ITE). Dengan ancaman empat tahun kurungan dan denda maksimal Rp 750 juta.

Menurut Kapolres, berdasarkan curhat Tulus yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini, diduga kuat, komentar tidak pantas di ruang publik itu terlontar oleh yang bersangkutan, karena dalam perasaan kesal serta tertekan.

TS bercerita dengan Kapolres, mulanya ia ditagih baju lebaran oleh istrinya yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Pada hari lebaran kedua, ia ditagih oleh istrinya jalan-jalan.

“Karena ada perasaan sedih, campur kesal, belum bisa belikan baju lebaran anak istrinya. Kemudian, istrinya ngajak jalan, tidak bisa karena tempat wisata sedang ditutup. Pas melihat postingan Wetna Junita itu, ia meluapkan emosinya. Mungkin itu yang melatar belakanginya. Dia cerita dengan saya seperti itu,” ungkap Andy.

Kendati demikian, proses hukum tetap berjalan. Dan, TS, saat ini ditahan di Mapolres Mukomuko untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres juga berharap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan media sosial (Medsos). “Ibarat pepatah, kalau sekarang, jarimu adalah harimaumu,”

“Untuk keluarganya, karena istrinya tidak bekerja, saya sudah sampaikan dengan Perwira – Perwira tadi, agar menjadi perhatian bersama,” demikian Kapolres.

Saat diwawancarai, Tulus mengaku sangat menyesali perbuatannya. Ia juga mengaku, saat menulis komentar itu, pikirannya sedang kacau.

“Saya tidak bisa bawa anak istri saya jalan-jalan. Waktu lihat postingan itu, langsung saja saya nulis komentar tidak pantas itu. Saya menyesal sekali,” bebernya.

Saat ditanya tentang virus Corona, ia tidak memahami secara detil. Ia hanya tahu kalau kalau Covid-19 itu adalah suatu penyakit.

“Tidak tahu saya, yang saya tahu hanya penyakit,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Mukomuko, khusunya institusi Polri. Ia siap menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya minta maaf. Saya benar-benar menyesal,” ucapnya.

Saat ditanya kondisi keluarganya. Ia baru memiliki satu orang anak bernama Ayu. Keluarganya juga tergolong keluarga kurang mampu. Saat ini ia tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kalau bantuan-bantuan Corona belum pernah dapat. Ya, saya dapat PKH,” ujar TS

Pewarta @-