Semarfm.com – Mukomuko : Melalui APBD Kabupaten Mukomuko telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar guna Penanganan  Covid-19 yang tengah dilakukan gugus tugas. Dan disebarkan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diantaranya Dinas Kesehatan, BPBD, RSUD dan beberapa OPD termasuk di Sekretariat.  

Dalam penggunaan anggaran tersebut, eksekutif diingatkan untuk transparan. Seperti dalam pembelian Alat Pelindung  Diri (APD), Rapid test dan peruntukan lainnya. “Kami ingatkan dalam pembelanjaan anggaran Covid-19 harus transparan,” ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten, M Ali Saftaini SE. Menurutnya legislatif lebih ketat dalam pengawasan penggunaan anggaran Covid-19.  Dan, tidak menutup kemungkinan DPRD akan membentuk panitia khusus (Pansus). Ditanya berapa total dana yang diperuntukan penanganan Covid-19, Ali mengaku sekitar Rp 38 miliar. Namun angka tersebut belum final. Karena, dari eksekutif dalam penyampaian jumlah anggaran tersebut plin – plan dan belum terbuka. “Yang jelas teman – teman di DPRD  sepakat mengawasi penggunaan anggaran tersebut hingga nantinya bakal dibentuk Pansus,” tegasnya.

Juru bicara Penanganan dan Percepatan Covid-19  Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo SKM menyampaikan, untuk anggaran Covid-19 tersebut tidak dipusatkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) saja, tetapi di plotkan di sejumlah OPD. Khusus untuk di Dinas Kesehatan, totalnya dana Covid-19 tahap satu sebesar Rp 480 juta. Dengan Peruntukan pembelian APD lengkap sebanyak 50 unit, rapid tes 225,  pembelian desinfektan dan beberapa keperluan lainnya. “Ini khusus anggarannya di Dinkes. Kalau di OPD – OPD lain kami tidak mengetahui pasti, dan silakan konfirmasi ke OPD yang bersangkutan,” katanya. Ditanya apakah dari puluhan APD sudah dibagi  ke  17 Puskesmas di daerah ini. Bustam mengaku sudah didistribusikan, tetapi jumlah masih kurang. “Sudah kita bagikan ke Puskesmas – puskesmas. Tetapi untuk jumlah APD masih kurang dan kami  usulkan di anggaran tahap kedua,” ungkapnya

Pewarta : @-