MUKOMUKO – Forum Pemuda Merah Putih (FPMP) Kabupaten Mukomuko kembali hadir ditengah masyarakat daerah ini. Pada Sabtu (16/5) gabungan sejumlah pemuda ini membagikan puluhan bingkisan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di tiga kecamatan.

“Kita cukup prihatin dengan kondisi perekonomian masyatakat saat ini. Ibaratnya, sudah jatuh, tertimpa tangga lagi. Sudah pandemi Covid-19 yang belum usai, harga komoditi sawit yang saat ini terjun bebas. Ini menyebabkan, daya beli masyarakat melemah,” ujar Koordinator FPMP Mukomuko, Ibnu Rusdi ketika dikonfirmasi di sela-sela kegiatan Bhakti sosial ini.

Dijelaskannya, ada sekitar 50 paket sembako berupa beras dan mie instan yang disalurkan kepada warga membutuhkan. Sasaran paket sembako ini difokuskan bagi warga di Kecamatan Teramang Jaya, meliputi Desa Pondok Baru, Nenggalo, Nelan Indah, dan Pasar Bantal. Kemudian di Kecamatan Air Dikit, di Desa Air Dikit dan Pondok Lunang. Serta beberapa warga di Kecamatan Kota Mukomuko.

“Paket sembako yang kita sediakan jumlahnya sangat terbatas, jadi kita pilih masyatakat yang benar-benar terdampak. Seperti pedagang kantin sekolah di beberapa desa, buruh harian lepas, janda tua dan warga kurang mampu lainya,” kata Ibnu.

Ditambahkannya, pada saat pembagian sembako, ia banyak menerima laporan dari beberapa warga yang mengeluhkan bantuan pemerintah yang dianggap kurang tepat sasaran.

“Ada masyarakat mengeluh seperti itu. Menurut mereka, bantuan-bantuan pemerintah untuk penanggulangan Covid-19, mulai dari pusat maupun desa, belum tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dapat melakukan validasi data calon penerima bantuan kedepan. Agar tidak terjadi kegaduhan ditengah masyarakat.

“Di daerah lain sudah banyak contoh, akibat bansos, justru menimbulkan gejolak. Akar permasalahanya, karena data. Pemkab harus menyikapi ini dengan bijak supaya hal serupa tidak terjadi di Mukomuko,” demikian Ibnu.

Pewarta @-