Semarfm – Ipuh : Pasca press release Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan menetapkan Kabupaten Mukomuko masuk dalam daftar zona merah, keluarga pasien 01 sempat mendapat penolakan dan kesulitan berinteraksi diluar di masyarakat.

Salah satu anak pasien 01 Covid-19 di Kecamatan Ipuh mengatakan, adiknya sempat ditolak saat akan membeli gas di warung.

“Saat itu, adik saya mau beli gas, tapi ditolak oleh pemilik warung, dan adik saya lapor ke ibu saya sehingga ibu saya drop, badannya dingin. Selain itu orang tua teman – temen adik saya melarang untuk berteman lagi, ” kata H, anak sulung pasien 01 kepada semarfm.com , Minggu (10/05 /2020)

Ia berharap, kepada pihak terkait dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Menurutnya, jika tetap dibiarkan situasi seperti itu membuat keluarga pasien 01 Covid-19 merasa tertekan dan memperburuk kondisi sosiologi dan fisiologi.

“Saya minta kepada pihak yang menangani ini, agar ditingkatkan lagi penyuluhan kepada masyarakat, bahwa Covid-19 ini bukan penyakit aib yang harus di takuti, tapi harus di waspadai dan memerlukan kerjasama untuk mencegah penyebaranya,” ucapnya.

Masih menurut H, Ia tidak tinggal serumah dengan orang tuanya. Selain itu sejak dari Minggu pertama bulan April 2020 orang tuanya sudah berada di Bengkulu dan tidak pernah kembali ke Kecamatan Ipuh sampai dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

“Tanggal 01 Mei 2020 itu jadwal rutin orang tua saya untuk cuci darah. Di hari yang sama beliau dilakukan tes rapid karena sesama pasien cuci darah itu sudah terlebih dahulu dilakukan test rapid, jadi kemungkinan orang tua saya terpapar di Bengkulu. Sedangkan 7 orang keluarga yang ada di Kecamatan Ipuh, sejak awal April 2020 tidak pernah kontak fisik dengan beliau (pasien 01-red) ,” kata H.

H menegaskan, Ia beserta keluarganya, tetap mematuhi anjuran dari Pemerintah apabila kami diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri, itu bentuk ketaatan sebagai warga Negara Indonesia.

“Ada 7 orang keluarga kami yang tinggal di Kecamatan Ipuh telah dilakukan test rapid oleh pihak Kesehatan, masalah hasilnya kami sudah tahu, tapi nanti Dinas Kesehatan yang menyampaikanya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko saat dikonfirmasi sehubungan dengan perlakuan sosial masyarakat terhadap keluarga pasien 01 Covid-19 menyerah sepenuhnya kepada Pemerintah Kecamatan setempat.

Sementara Camat Ipuh minta kepada seluruh masyarakat Kecamatan Ipuh untuk tetap tenang. Tidak panik dan tetap mematuhi Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.

” Kepada semua masyarakat Ipuh,
sehubungan dengan telah diumumkan ada 1 orang warga Kabupaten Mukomuko positip Covid 19 oleh bapak Bupati Mukomuko hari ini dan beralamat di Kecamatan Ipuh kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang, dan meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mengurangi penularan Covid 19 dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, “kata Sepradanur, S. Sos di sela-sela kegiatan persiapan rumah karantina, Minggu (10/05 /2020)

Sepradanur menegaskan, kejadian ini bukan keinginan siapapun dan sudah menjadi takdir Allah SWT. Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membantu keluarga yang sakit dengan bantuan moril, materil serta mendoakan kesembuhanya dan diharapkan masyarakat untuk tidak melakukan pengucilan terhadap keluarganya.

” Mari kita bersama membantu saudara kita yang sedang menjalani ujian dari Allah SWT dengan bantuan moril dan materil serta mendoakan kesembuhanya. Selain itu saya minta masyarakat tidak mengucilkan keluarga pasien 01 Covid-19, mereka itu saudara kita, kita bantu mereka dengan sesuai dengan kemampuan kita dan bisa berkoordinasi dengan Pemdes setempat dalam penyaluran bantuan itu, ” pintanya

Selain itu, Camat Ipuh ini menyampaikan kepada masyarakat, jika sakit segera berobat atau dapat menghubungi Pemerintah Desa setempat.

” Apabila mengalami masalah kesehatan, silahkan berobat atau berkoordinasi dengan Pemdes setempat. Sebab Virus Corona bukan aib dan perlu kerjasama dari seluruh pihak dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini.” pungkasnya.

Pewarata YN