Semarfm.com – Mukomuko : Warga Kecamatan XIV Koto yang baru pulang dari Padang yang merupakan daerah terjangkit virus Corona. hasil rapid tes yang telah dilakukan oleh tim medis hasilnya reaktif., hal itu terungkap sebagai mana keterangan Kadinkes Mukomuko, Desriani,SH

kadis kesehatan Mukomuko, Desriani SH

Dijelaskan oleh Kadinkes  Desriani,saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 yang melibatkan banyak institusi, tengah mengawasi ketat  warga yang diduga terpapar Covid-19 di Kecamatan XIV Koto yang sedang menjalani karantina mandiri dirumahnya. 

Pihak Pemerintah Kabupaten Mukomuko juga telah mengambil sampel cairan tenggorokan atau hidung untuk dilakukan swab tes. Kata Desriani, hasil Swab diperkirakan baru keluar sekitar tujuh hari.

“Hari ini rencananya kembali akan diambil sampel cairan tenggorokan kedua. Sampel ini akan dikirim ke Laboraturium Palembang melalui Dinkes Provinsi Bengkulu,” kata Kadis dalam keteranganya kemarin, didampingi Fungsional Epidemiologi, Asmaniar, SKM.

“Dari hasil dua kali Swab ini nanti, akan ada kesimpulan apakah yang bersangkutan ini positif atau negatif Covid-19,” sambungnya.

Ditambahkannya, warga diduga terpapar virus Corona ini, tidak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko. Ia melakukan karantina mandiri, dengan pengawasan dan penjagaan ketat.

Untuk penjagaan, ungkap Kadis, melibatkan beberapa pihak. Tenaga medis, pihak Kepolisian mulai dari Bhabinkamtibmas, Polsek dan juga Polres Mukomuko, termasuk juga Pemerintah Desa diminta turut mengawasi serta memberikan penjelasan dengan baik kepada warga tersebut.

“Itu instruksi Pak Bupati kepada saya,” tegas Desriani.

Sayangnya, kondisi di alamat warga yang bersangkutan saat Wartawan memantau kelapangan sekira pukul 11.00 WIB, tidak tampak petugas baik dari tenaga medis dan kepolisian berjaga.

Kepala Desa setempat ketika dihubungi menyebutkan, tidak ada petugas berjaga dilokasi rumah warga diduga terpapar Covid-19 itu.

“Kalau sekarang tidak ada petugas berjaga. Memang kami minta kepada tetangganya, kalau yang bersangkutan itu keluar rumah, agar melaporkan kepada kami, dan akan kami sampaikan ke pihak Puskesmas dan Kepolisian,” sampai Kades ketika dihubungi Jumat siang (24/4) sekira pukul 11.00 WIB.

Pewarta @-