Semarrm.com – Mukomuko : Pemerintah provinsi dan kabupaten se provinsi Bengkulu menetapkan berbagai keputusan dan imbauan bersama terkait siaga virus corona (COVID19). Tidak ada lockdown, namun penjagaan diperbatasan dengan provinsi tetangga diperketat. Kemudian pemda diberi izin untuk melakukan revisi anggaran kegiatan guna menyiapkan anggaran penanganan corona.

Bupati lakukan Video Conference terkait convid 19

Keputusan bersama ini disampaikan Gubernur Bengkulu kemarin saat melakukan video conference dengan seluruh Bupati di provinsi Bengkuu dan Untuk Kabupaten Mukomuko dipusatkan di Dinas Kominfo.
Berbagai kebijakan lain yang diambil diantaranya, melarang seluruh kegiatan mengumpulkan massa. Baik kegiatan pemerintah, organisasi maupun acara resepsi masyarakat, seperti pernikan dan sebagainya. Polisi, TNI, Perhubungan dan Satpol PP akan melakulan patroli bersama dan membubarkan setiap ada perkumpulan. Setiap pemilik usaha seperti bank dan pertokoan diharusnya menyiapkan alat cuci tangan. Semua warga yang datang dari luar daerah terjangkit harus isolasi mandiri. Pejabat dilarang dinas luar, kecuali atas perintah presiden dan Mendagri. Sosialisasi dilakukan bersama melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda.
“Tidak ada lockdown, setiap kepala daerah dalam mengambil kebijakan dengan memikirkan dampak sosial dan ekonominya. Kebijakan yang diambil harus sejalan. Persoalan COVID-19 ini serius dan perlu penanganan bersama,’’ kata Rohidin Marsyah.
Kemudian pemerintah juga mengeluarkan kebijakan penanganan dengan menunjuk 3 rumah sakit penanganan dan lima rumah sakit rujukan termasuk RSUD Mukomuko. Terus juga pemerintah diminta menyiapkan klinik terpadu pemeriksaan setiap orang yang ada keluhan sakit, supaya tidak ada penumpukan di rumah sakit. Kemudian penyediaan alat pelindung diri bagi petugas harus disiapkan, pemeriksaan diutamakan pada orang dalam pengawasan (OPD). Juga ada tambahan makanan dan perhatian khusus pada petugas kesehatan yang menangani OPD.
‘’Kita bersukur sampai sekarang di Bengkulu dan semua kabupaten belum ada ditemukan positif terinfeksi virus corona. Maka perlu langkah serius dalam pencegahan dan antisipasi penanganan. Silahkan daerah membentuk posko untuk pusat informasi bagi masyarakat dan media massa,’’ tegas Gubernur.

Bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH diminta keterangannya usai video conference dengan Gubernur juga mengatakan, pemerintah secara berjenjang dan bersama-sama mencegah corona. Apa yang disampaikan gubernur sesuai dengan yang disampaikan presiden. Status secara nasional saat ini adalah siaga pencegahan. Terkait dengan anggaran, bupati akan menyesuaikan dengan kebutuhan untuk melancarkan kegiatan petugas dalam penanganan pencegahan.
‘’Seperti disampaikan pak gubernur, rumah sakit kita menjadi rujukan, maka perlu ada perlengkapan untuk penanganan. Tadi juga dibolehkan menyesuaikan anggaran, maka nanti dikaji bersama-sama, seperti apa bagusnya,’’ tutup Huda