Semarfm.com – Mukomuko : Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Organisasi Masyarakat (Ormas) menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Mukomuko selasa, (25/02 /2020) sekitar pukul.10.00 wib. Kegiatan tersebut dalam rangka mengevaluasi kinerja Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif di Kabupaten Mukomuko

Gabungan aktivis Ormas se Kabupaten Mukomuko itu memulai aksinya di depan Gedung Kantor Bupati Mukomuko. Setelah menyampaikan orasinya dan tidak ada tanggapan dari pihak eksekutif, pada pukul 11.00 wib massa melanjutkan orasinya di Gedung DPRD Kabupaten Mukomuko

Dalam orasinya, orator meminta kepada DPRD Kabupaten Mukomuko yang mewakili rakyat untuk meneruskan dan melanjutkan perjuangan para Ormas dalam mengusut adanya dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko

Adapun tuntutan Forum Organisasi Masyarakat dalam aksi tersebut adalah :

  1. Terkait dengan gagalnya pembayaran sertifikasi guru yang mengalami ketertundaan menyebabkan banyaknya para ASN yang seharusnya menerima dana sertifikasi tepat waktu namun harus tertunda beberapa bulan, sehingga menimbulkan kecurigaan dari masyarakat yang di wakili forum Ormas yang menduga adanya penyelewengan dana yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko.
  2. Terkait dengan gagalnya pembayaran jasa kontraktor yang melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan di Kabupaten Mukomuko yang menyebabkan para kontraktor merugi pasca gagal pembayaran yang tidak kunjung di laksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko.
  3. Meminta kepada pihak Penegak Hukum di Kabupaten Mukomuko untuk melakukan penyelidikan terhadap Bimtek Dana Desa yang tidak jelas penggunaannya.
  4. Meminta kepada Kejaksaan Negeri Mukomuko terkait dengan kasus dana MTQ dengan jumlah dana pembangunan yang besar tidak sesuai dengan hasil pembangunan yang dilakukan.
  5. Meminta pihak Penegak Hukum di Kabupaten Mukomuko untuk mengusut kasus Korupsi terkait reklamasi di Kelurahan Bandar Ratu Kabupaten Mukomuko.
  6. Menyampaikan terkait tidak adanya kejelasan penyelesaian terhadap penanganan kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Mukomuko
  7. Meminta untuk menurunkan Kadis Pertanian terkait dengan adanya dugaan Pungutan Liat (pungli) terhadap petani Mukomuko yang menerima alat-alat Pertanian Dll.

Aksi yang mendapat pengawal dari Kepolisian Resort Mukomuko dan dibantu oleh pihak lainnya dimulai pukul.10.00 wib dan diikuti sekitar 50 orang itu berlangsung aman dan tertib hingga pukul 12.00 wib.

Pewarta YN