Semarfm.com – Mukomuko : Sejak digulirkan tahun 2015 yang lalu, Pemerintah Pusat melalui APBN mengalokasikan Dana Desa (DD) di 74.957 desa di Nusantara. Tidak sedikit uang rakyat itu dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ke desa – desa, pertama kali digulirkan sekitar Rp 20,76 triliun dengan rincian setiap Desanya mendapat jatah 1 Milyar.

Akhir – akhir ini DD terus menjadi sorotan, besarnya kucuran dana yang langsung ke desa dan menyebabkan banyak Kepala Desa masuk penjara dinilai belum siap karena berbagai hal serta membuat banyak kekhawatiran dan banyak keluhan yang datang dari masyarakat akan kesulitanya mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga para wartawan yang kesulitan mengkonfirmasi berita yang berkaitan dengan penggunaan DD

Wisnu Hadi Anggota DPRD Mukomuko

Menyikapi hal ini Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko asal Daerah Pemilihan (Dapil) Wisnu Hadi, S.E saat dikonfirmasi semarfm.com senin (20/01 /2020) menanggapi hal tersebut
” Dana Desa itukan dana masyarakat, seyogyanya Pemerintah Desa wajib memaparkan besaran anggaran yang dikelola oleh desa kepada masyarakat dan jangan dirahasiakan” ucapnya

Saat ditanya oleh semarfm.com adanya Kepala Desa yang tidak memberikan informasi dan konfirmasi seputar penggunaan anggaran DD, Ketua Komisi II ini memberi tanggapanya
” Kawan – kawan wartawan inikan bekerja untuk masyarakat sebagai alat kontrol dan tolak ukur kinerja Pemerintah Desa dalam pencapaian program juga dalam penggunaan anggaran ” pungkasnya

Pewarta YN