Semarfm.com – Teramang Jaya : Terkait cuitan salah satu wali murid SDN 06 Teramang Jaya di media sosial yang menyinggung iuran sebesar Rp. 30.000.00, – yang dibebankan kepada wali murid untuk pembangunan lapangan bola kaki, Ketua Komite SDN 06 Teramang Jaya memberi tanggapanya.

“Tidak ada hubungannya antara rapor dengan iuran Komite “ucap Darmin, Ketua Komite SDN 06 Teramang Jaya saat dikunjungi semarfm.com di kediamanya minggu (22/12 /2019)

Lebih lanjut Ketua Komite mengatakan agar masyarakat harus lebih arif dan bijak dalam menggunakan media sosial
” Ini sudah dijelaskan dalam rapat Komite mungkin orang tua siswa yang bersangkutan tidak hadir saat rapat tersebut” jelasnya

Pihak Komite SDN 06 Teramang Jaya beberapa waktu yang lalu melihat kondisi lapangan yang ada di sekolah tersebut rusak dan berdebu yang di kwatirkan dapat mengganggu kegiatan siswa/siswi. Pihak Komite sendiri, bersama wali murid sepakat untuk iuran dalam memperbaiki sarana yang ada di sekolah tersebut
“Jadi tolong jangan dikaitkan dengan guru, ini murni inisiatif dari komite yang pada saat rapat telah sepakat untuk memperbaiki lapangan footsal bukan lapangan bola kaki seperti yang diberitakan. Dalam kesepakatan itu setiap wali murid menyumbang dana Rp. 30.000.00 persiswa dan alhamdulillah saat ini kondisi lapangan itu dapat digunakan dan tidak membahayakan anak – anak dalam melakukan kegiatan sekolah.
” imbuhnya

Rencananya Komite SDN 06 Teramang Jaya dalam programya, akan membangun mushola dilingkungan sekolah
” Rencananya sekolah akan memberlakukan fullday atau 5 hari dalam satu minggu, jadi kami selaku Komite Sekolah ingin selain pendidikan formal siswa-siswi jangan lupa dengan kewajibannya sebagai umat muslim” ungkapnya

Komite Sekolah sendiri adalah perubahan wujud dari Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) . BP3 sendiri dinyatakan tidak berlaku setelah Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mengeluarkan Keputusannya No. 014/ U/ 2002 tanggal 2 April 2002. Sebagai gantinya pada tingkat satuan dapat dibentuk Komite Sekolah atas prakarsa masyarakat.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pasal 56 ayat 3 menyatakan bahwa Komite Sekolah sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

Komite Sekolah yang berada pada tingkat satuan pendidikan dituntut mampu meyakinkan orang tua, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat pada umumnya bahwa sekolah itu dapat dipercaya. Dengan demikian sekolah pada tataran teknis perlu mengembangkan kemampuan menganalisis biaya sekolah yang berkorelasi signifikan terhadap mutu pendidikan yang diperolehnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, pemerataan dan efesiansi pengelolaan pendidikan itu sendiri di tingkat satuan pendidikan, baik pada pendidikan prasekolah, jalur pendidikan sekolah, maupun luar sekolah. Nama dari Komite itu sendiri dapat disesuai dengan kreteria pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan sekolah dengan fokus pada pemenuhan mutu pendidikan yang kompetitif.

Pewaeta YN