Semarfm.com – Mukomuko : Satuan Lalu Lintas ( Satlantas) Polres Mukomuko melakukan razia di dua titik lokasi pada hari pertama Operasi Zebra Nala 2019 dan menilang sebanyak 21 pengendara

Kapolres Mukomuko AKBP Yayat Ruhiyat, S. Ik melalui Kasat Lantas AKP DEDI KUSNIADI, S.H saat di kunjungi semarfm.com mengungkapkanya
” Hari pertama Operasi Zebra Nala 2019 kita lakukan di dua titik dan menjaring 21 pengendara yang melanggar” ungkapnya

Lebih lanjut, AKP Dedi mengatakan kedua titik operasi pada hari pertama dilakukan dalam kota dan untuk pelanggar dilakukan penindakan berupa sanksi tilang
” Seluruh pelanggar kami lakukan penindakan berupa tilang dan kami telah memberlakukan sistem Tilang Elektronik ” tegasnya

E-Tilang atau Tilang Elektronik adalah digitalisasi proses
tilang. Dengan memanfaatkan teknologi diharapkan seluruh proses
tilang akan lebih efisien dan juga efektif juga membantu pihak
kepolisian dalam manajemen administrasi

Korps Lalu Lintas Polri telah menerapkan Tilang elektronik atau e-tilang di seluruh wilayah Indonesia. Dengan e-tilang, maka hal ini dianggap menjadi salah satu solusi ampuh untuk menanggulangi berbagai macam permasalahan yang ditimbulkan dari penerapan tilang secara manual.

Adapun prosedur atau mekanisme penerapan e-tilang tersebut:

  • Pengendara yang melanggar akan menerima penindakan berupa tilang. Tentunya hal ini dilakukan oleh petugas di lapangan.
  • Pelanggar yang ditilang mendapatkan nomor BRI Virtual Akun (BRIVA).
  • Kode BRIVA ini digunakan pelanggar untuk membayar sistem e-tilang, setelah pelanggar membayar, secara otomatis aplikasi pada petugas tilang akan berubah warna hijau, kalau belum bayar warnanya biru.
  • Setelah denda dibayarkan, masyarakat dapat mengambil barang bukti yang disita.

Dengan menggunakan sistem Tilang Elektronik atau e-Tilang, pengendara hanya melakukan pembayaran via perbankan dan akan terintegrasi dengan e-Samsat

Selain berlaku di seluruh wilayah Indonesia, e-tilang akan memudahkan proses pembayaran denda. Sehingga tidak menjadi celah pungli dan Korps Lalu Lintas Polri juga telah resmi meluncurkan aplikasi tilang elektronik atau e-tilang beberapa waktu yang

Dengan menggunakan aplikasi ini dapat memudahkan pelanggar lalu lintas untuk membayar langsung denda tilang lewat ATM, internet banking, atau datang langsung ke bank dan nantinya server e-tilang akan terhubung dengan server SIM online dan e-Samsat. Jika pelanggar belum membayar denda, pelanggar tidak bisa memperpanjang SIM/STNK. Meski menjadi lebih mudah, kepolisian tetap berharap, masyarakat tidak melanggar aturan lalu lintas.

Pewarta : ito