Semarfm.com – Pondok Suguh : Tokoh pemuda Desa Bumi Mekar Jaya (BMJ) Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko Faisal Amir, S. Sos menganggap pernyataan Sekdes BMJ Rohiyah terkait pembangunan gedung Bumdes hanya alibi kepada masyarakat dan menganggap “bodoh” masyarakat

“Tahun 2017 anggaran Bumdes itu dipakai buat seng, tidak ada yang lainnya jadi tidak logis ” ungkap Faisal saat di konfirmasi semarfm.com jumat (10/10 /2019)

Selain itu, lanjut Faisal Pendamping Lokal Desa BMJ terkesan melakukan pembelaan terkait dana Bumdes
” Saya tau itu, apakah pendampingan itu menghasilkan aksi?apa lagi sampai dua tahun, kenapa baru dipermasalahkan sekarang ” ujarnya

Faisal menambahkan, Pemerintah Pusat sudah memberikan sistem dalam pelaksanaan Dana Desa, ketika sistem itu tidak berjalan maka kenyataan seperti sekarang, ini ada penyalahgunaan wewenang oleh Pemerintah Desa Bumi Mekar Jaya, pembiaran kepada Bumdes
” BPD dan Pendamping Desa melakukan pembiraan termasuk juga tidak ada pendampingan jika yang tidak berjalan, hasilnya adalah penyalahgunaan anggaran terjadi dari tahun 2016 sampai tahun 2018. Silahkan dicermati penggunaan anggaran Bumdes, banding dengan Permendesa nomor 4 2015 “jelasnya

Faisal berharap, jangan sampai permasalahan Bumdes ini terjadi benturan antara masyarakat dengan Pemdes dan Pengurus Bumdes, akhirnya kami masyarakat yang kritis yang jadi sasaran benturan
” Kita hargai usaha pengurus Bumdes untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai bulan Desember tetapi harus di backup oleh Pemdes, BPD dan Pendamping Desa, ketika terjadi benturan dengan pelaku penyalah guna anggaran tidak akan langsung berhadapan dengan masyarkat yang kritis, biarkan masyarakat menerima haknya” tambahnya

Saat di singgung apakah masalah ini akan di bawa ke ranah hukum, Faisal memiliki pandangan sendiri
” Saya berharap jalur hukum adalah jalan akhirnya, akan tetapi BPD dan Pendamping Desa yang harus melakukannya, karena itu tegas dan wewenang mereka” pungkasnya

Di tempat terpisah, Zainal seorang pengusaha asal Desa BMJ menilai manajemen Bumdes tidak jelas, saat rapat kedua bukannya menyelesaikan masalah yang terjadi malah meminta waktu sampai akhir tahun
” Seharusnya pengurus Bumdes dapat menunjukkan bukti pengeluaran dana di pertemuan kedua sebab saat pertemuan pertama Direktur Bumdes berjanji akan menunjukkan bukti pengeluaran dana Bumdes di pertemuan kedua ” ucapnya

Pewarta ito