Semarfm.com – Ipuh : Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) seyogyanya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun tidak jarang berbagai kendala di alami oleh banyak orang, untuk mengantisipasi hal tersebut SMAN 02 Mukomuko Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko mengadakan In House Training(IHT) di area sekolah

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 02 Mukomuko Khairul Saleh saat di konfirmasi semarfm.com sabtu (07/09/2019)
” Kegiatan IHT di gelar sesuai dengan struktur kurikulum 2013 (K 13) SMA, dimana K 13 SMA di wajibkan memuat mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan” ucapnya

Lebih lanjut Khairul mengatakan tujuan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kewirausahaan dasar dan melatih kemampuan berwirausaha kepada peserta didik melalui pembelajaran prakarya dan kewirausahaan. Peserta didik juga dapat mempelajari teori dan nilai-nilai kewirausahaan yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan nyata, baik yang dilakukan dalam praktik di sekolah maupun yang dilaksanakan diluar mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler, oleh sebab itu pemerintah mencanangkan program kewirausahaan di SMA yang di harapkan dapat mendorong peserta didik untuk menjadi kreatif dan mandiri, serta mulai bergerak dan berani membuka usaha sendiri
” Kedepan diharapkan anak didik yang telah lulus dapat keterampilan di segala bidang dan salah satunya pengelolaan ikan asin” harapnya

Sementara tempat praktek kegiatan tersebut terletak di pinggir pantai sebab di lokasi itu banyak jenis ikan yang bisa di olah
“Anak didik kita bisa memilih jenis ikan, seperti, ikan slengek, ikan kasi, ikan yang banyak tulang dan kita olah dengan cara membuat masakan berbahan baku ikan kemudian anak-anak itu akan kita didik juga untuk memasarkannya” jelasnya

Kairul menambahkan, ada dua jenis kegiatan kewirausahaan untuk anak didik yaitu IHT untuk anak didik dan IHT untuk pengajar (guru). Khusus untuk seluruh guru melalui IHT ini diharapkan bisa meyerap konsep kewirausahaan ke seluruh mata pelajaran yang ada di k-13 SMA, sebab hal ini dapat mengintegrasikan konsep kewirausahaan keperangkat pembelajarannya. Dalam hal ini guru di ikut sertakan dalam prakteknya terutama guru mata pelajaran ekonomi dan juga nantinya ada perangkat pembelajaran dengan pola atau trik pemasaran produk
” Untuk pemasaran produk kita menggunakan metode 3 konsep yaitu pra produk, produk dan pasca produk” tambahnya

Di lain sisi para guru juga harus di latih dan mungkin ada kunjungan ke tempat industri, tempat usaha yang telah sukses dalam wirausaha dan rencananya akan di adakan bazar antar kelas
“Jadi dalam konsep ini, baik guru maupun anak didik di beri pengalaman langsung melihat celah bisnis dan pemasaran, mereka harus tau sehingga wirausaha mereka bisa menghasilkan pendapatan jadi saat mereka tamat sekolah dan tidak melanjutkan kuliah mereka tidak bingung, maka sejak dini mereka akan di latih lebih awal” ungkapnya

Saat ini pemerintah telah melihat lulusan SMA yang maju keperguruan tinggi hanya 30-40% sementara yang 60% tidak. Sementara 60% menyumbang jumlah pengangguran. Untuk sekolah SMK memiliki progran fokasi yang menerapkan praktek di banding teori, sedangkan di SMA banyak teori di banding praktek, maka jika siswa SMA tidak di latih untuk berwirausaha kemungkinan besar lulusan SMA tidak punya bekal keterampilan yang cukup setelah lulus

Tahun 2019 ini pemerintah telah memberikan modal untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan dengan praktek lapangan, bukan sekadar teori jadi anak didik dapat langsung mengalami.

Pewarta : ito