Semarfm. Com – Mukomuko : Sejumlah pemuda Kabupaten Mukomuko yang menamakan diri Forum Pemuda Merah Putih (FPMP) menggelar diskusi publik bertajuk “SDM Unggul Pembangaunan di Kabupaten Maju”. Rabu (21/8) di Aula Hotel Madiyara, Kota Mukomuko.

“Masih di momen Kemerdekaan ini, jadi kita menyadur tema nasional HUT RI ke-74 sebagai materi diskusi ini,” ungkap Koordinator FPMP Mukomuko, Ibnu Rusdi kemarin.

Menurut FPMP, tema besar HUT RI ke-74 ini adalah wacana besar bangsa yang harus terimplementasi ke setiap daerah. Oleh sebab itu, dipandang perlu ada suaatu wadah menampung ide-ide dari publik terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mukomuko.

“Diskusi ini bagian dari wadah itu untuk menampung ide-ide dari masyarakat. Kita menggandeng dua akademisi yakni Bapak Nasir Ahmad, M.Si., dosen Unihaz Bengkulu dan Bapak Muslim Chaniago, SH., MH dosen Unived,” ujarnya.

Diskusi yang dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wakil dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ormas dan organisasi kepemudaan di daerah ini, melahirkan tiga kesimpulan yang dianggap penting menjadi masukan bagi pemerintah daerah ini.

Pertama, urai Rusdi, Pemerintah Kabupaten Mukomuko diminta lebih memperhatikan sektor pendidikan, karena pendidikan berkualitas dan bermutu sejak dini hingga ke jenjang-jenjang berikutnya menjadi “pabrik” dalam melahirkan SDM yang unggul.

“Seperti yang disampaikan Narasumber tadi, Pak Muslim dan audien mengatakan peningkatan SDM ini adalah investasi jangka panjang. Pemkab Mukomuko harus memikiki rencana besar dalam upaya peningkatan SDM secara makro. Hasilnya tidak dinikmati secara langsung, tapi baru akan terasa di generasi berikutnya sebagai generasi penerus pembangunan bangsa,” sampai Rusdi.

Kedua, di tatanan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko, diharapkan menempatkan serta memanfaatkan SDM yang tepat, agar aliran pembangunan saat ini menjadi lebih efesien, terencana, lancar dan tepat sasaran.

“Ada penilaian publik, Pemkab Mukomuko kurang memanfaatkan SDM Unggul yang ada di birokrasi, dan penempatannya kurang tepat. Ini juga diharapkan menjadi perhatian kepala daerah,” ungkapnya.

Kemudian yang ketiga, dalam diskusi publik ini, diharapkan Pemerintah mampueningkatkan SDM secara makro ditengah masyarakat, diselaraskan dengan potensi sumber daya alam (SDA).

“Seperti kata Pak Muslim tadi, Peningkatan SDM merupakan tanggungjawab konstitusional pemerintah. Sebagai contoh di Kabupaten Mukomuko, luas lahan perkebunan sawit milik masyarakat itu sekitar 110 ribu hektar, mirisnya, 70 persen itu hasilnya kurang produktif. Artinya permasalahan ada di SDM, maka SDM lah yang harus ditingkatkan. Peran besar pemerintah yang dikedepankan terkait hal ini. Petani sawit, belum ada tempat mengadu seperti komoditi pangan itu ada penyuluh. Muaranya kan menuju ke kesejahteraan rakyat,” demikian Rusdi.

Pewarta : @dm1n