Semarfm,com – Mukomuko : Sebanyak  delapan pekerja panti pijat tradsional yang berada disepanjang jalan li tas Sumatra kelurahan Kota Jaya Kecamatan Kota Mukomuko ber inisial EL,ME,DI,PU,RA,WI,SU dan S. Serta Dua pemilik usaha inisial A dan L juga  satu pelanggan inisial HB diamankan oleh Satpol PP Mukomuko dalam satu operasi rabu 19/9/18.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mukomuko, Ramdani SE MSi melalui Sekretaris, Dr Abdiyanto SH MH menyampaikan diamankannya belasan orang ini untuk di data lebih lanjut. Pasalnya ketika personil mendatangi lokasi tersebut, pemilik tidak bisa menunjukan dokumen perizinan,pekerjanya atau terapis itu seluruhnya berasal dari luar Kabupaten Mukomuko. “Karena pemilik tidak  bisa menunjukan perizinan. Langsung kita amankan  untuk dimintai keterangan lebih lanjut,”katanya.  Hingga  sore pihaknya dalam hal ini dipimpin Asisten III Setdakab Mukomuko Drs Arinal Basri, didampingi Kepala Dinsos,Dukcapil dan Kepala Dinas Perizinan,Penanaman Modal dan Ketenagakerjaan, tengah memberikan arahan dan pembinaan kepada pekerja dan pemilik usaha pijat tradisional tersebut. “Pemkab Mukomuko tidak melarang usaha yang dijalankan. Asalkan tidak meresahkan masyarakat, tidak berbuat asusila serta mengikuti peraturan yang ada. Seperti harus mengantongi perizinan,”ungkapnya.

Terpisah, Ketua RT 2 Koto Jaya Kota Mukomuko, Alfian Tanjung menuding operasi yang dilakukan tim tersebut tebang pilih. Ini dibuktikan dari sejumlah  usaha pijat tradisional, hanya dua lokasi saja yang pemilik dan pekerjanya diamankan. “Katanya hanya untuk di data. Tetapi, mengapa harus dibawa dan diamankan. Serta yang diamankan tidak seluruh, melainkan masih tebang pilih,”tegasnya. Alfian juga menegaskan bahwa usaha pijat tradisional di wilayahnya itu telah mengantongi perizinan, mulai dari tingkat rt hingga kecamatan. “Izin pengusaha pijat itu ada hanya sebatas tingkat kecamatan. Karena ketika pemilik usaha mengurus di dinas perizinan setempat.Tidak mendapatkan persetujuan dan seakan-akan menghambat warganya untuk berusaha dan mengikuti peraturan pemerintah,”ungkapnya. Ia juga mengatakan, pijat refleksi yang ada di wilayah kerjanya itu, tidak ada membuat resah masyarakat dan tidak ada hal-hal negatif.”Jika usaha pijat tradisional itu, tertangkap basah dan terbukti melakukan tindakan negatif. Sebelum Pemkab Mukomuko yang tutup. Saya selaku kepala wilayahnya yang akan menutup terlebih dahulu usaha tersebut,” ungkap Evie panggilan akrab pak RT ini

Pewarta : admin