Semarfm.com –  Mukomuko : Penyertaan modal sebanyak Rp 7 miliar oleh Pemkab Mukomuko, menjadi sorotan. dalam rapat paripurna DPRD mukomuko dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Mukomuko terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2018, selasa 18/09/18, dimana pengeluaran untuk penyertaan modal tersebut terkesan tidak jelas. Digunakan kemana dan untuk apa.
“Kami Fraksi Kebangsaan mohon penjelasan tentang pengeluaran penyertaan modal sebesar Rp 7 miliar,” sampai Juru Bicara (Jubir) Fraksi Kebangsaan DPRD Mukomuko, Saili, S.IP,
Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mukomuko, Busra. Ia mempertanyakan kemana dana tersebut diberikan. Jika penerimanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), harus dipertegas, lembaga atau badan usaha mana saja yang diberikan kucuran dana dengan total hingga Rp 7 miliar.
“Penyertaan modal Rp 7 miliar itu dialokasikan untuk lembaga mana? Sudah dikeluarkan apa belum?” Tanya Busra.
Selain itu, Busra pun menyoroti sumber dana yang digunakan untuk penyertaan modal tersebut. Ia menyayangkan, jika penyertaan modal Rp 7 miliar itu, dananya diambil dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2017.
“Kenapa harus dibebankan dari penerimaan Silpa Rp 72,6 miliar itu. Harusnya Silpa untuk kegiatan yang lebih menyentuh masyarakat,” kritik Busra.


Jubir Fraksi Pembangunan Keadilan DPRD Mukomuko, Frengky Janas juga menyesalkan adanya penyertaan modal hingga Rp 7 miliar tersebut. Ia pun mendesak Bupati memberi kejelasan soal penggunaan dari dana yang cukup menguras APBD tersebut.
“Kami minta penjelasan terhadap penyertaan modal Rp 7 miliar. Mengapa kami tidak tahu, kok tiba-tiba ada penyertaan modal tanpa rinci jelas kemana dana itu diserahkan,” tandasnya.
Menyikapi itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan yang hadir mewakili Bupati enggan berkomentar. Apa yang disampaikan fraksi-fraksi di DPRD Mukomuko, hak sebagai anggota DPRD. Pihaknya akan merespon itu semua dengan penjelasan tertulis pada rapat paripurna berikutnya.
“akan kami jelaskan nanti pada paripurna berikutnya. Semuanya jelas, tidak ada yang tidak jelas dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan,” singkat Sekda seraya berlalu.

Hadir dalam Paripurna yang sempat molor ini, Forum FKPD, para Kepala Dinas,sekretaris dan Kabag serta dihadiri oleh sebanayak 14 orang anggota Dewan.

Pewarta : Admin