Semarfm.com – Pondok Suguh ; Adanya dugaan perobekan baliho peringatan larangan menebang hutan secara liar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tepatnya di pintu rimba Air Terjun Mandi Angin Desa Air Berau Kecamatan Pondok Suguh disayangkan oleh Sejumlah komunitas.

Diduga kuat robeknya baliho dengan muatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan ini ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Baliho tersebut merupakan bentuk perhatian sejumlah komunitas yakni Pecinta Alam Mukomuko (PALM) Oleng Adventure Team (OAT) dan Mukomuko Offroad Community (MOC) dengan kerusakan hutan di kawasan tersebut.

Baliho itu dibuat dan dipasang oleh komunitas tersebut pada 19 Agustus lalu. Tujuannya mensosialisasikan Undang-Undang tersebut untuk mengantisipasi kerusakan hutan yang semakin parah.

“Kami menduga robeknya sepanduk itu ada unsur kesengajaan. Kami sangat menyesalkan itu,” kata Pembina komunitas lingkungan S, Alvin kemarin.

Katanya, sementara ini lembaga komunitas seperti pecinta alam hanya bisa melakukan sosialisasi Perundang-undangan dalam upaya mencegah kerusakan hutan. Salah satu bentuk sosialisasi itu dengan membentuk baliho peringatan.

Ditambahkannya ” meskipun baliho tersebut dibuat dan dipasang oleh komunitas, namun aksi itu didukung penuh oleh pihak-pihak terkait diantaranya, Pemkab Mukomuko, Polres Mukomuko, Kodim 0428 Mukomuko dan Kehutanan”

“Kita belum tahu siapa pelaku perobekan. Tapi kecil kemungkinan baliho itu robek sendiri. Di baliho itu ada lambang institusi-institusi negara, karena aksi sosialisasi ini memang didukung pihak-pihak itu, masih saja dirobek,” kesalnya.

Namun lanjutnya, Subtansinya bukan pada perobekan baliho tersebut, melainkan pada penyelamatan hutan yang harus segera disadari oleh semua pihak khususnya pemerintah.

Pewarta : @dmin