Semarfm.com, Pondok Suguh – Terkait aksi demo warga Desa Tunggang, Senin (25/06/2018)

Kapolres Mukomuko AKBP Yayat Ruhiyat, SIK yang datang bersama Dandim 0428 Mukomuko, Letkol Inf. I Wayan Hadi dan menemui warga menyampaikan agar tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasinya.

Adapun tuntutan warga antara lain :

1. Tenaga kerja 95% berasal dari Desa Tunggang.
– Tenaga security 100%
– Tenaga humas 100%
– Tenaga srtas 80%
– Karyawan administrasi 80%
– Operator loder 80%
2. Akses jalan ke lokasi pabrik sistem kontrak dengan besar kontrak Rp. 50.0000.0000/ tahun
3. Tidak ada pemindahan / mutasi tenaga kerja putra daerah
4. Jalur khusus TBS warga Desa Tunggang (khusus mobil warga Desa Tunggang )
5. Tidak membuang limbah di aliran sungai kecil maupun besar, apabila terjadi warga berhak memberikan sanksi berupa denda RP. 100.000.000/Kasus
6. Pengoralan jalan simpang PLN sampai ke waduk
7. Rehab lapangan sepak bola Desa Tunggang sampai dengan selesai
8. Kontrak cangkang Desa Tunggang dan Karang Taruna Tunggang
9. Potongan untuk TBS bagus 2%
10. Jakos diberikan secara gratis kepada warga Tunggang dan tidak ada pembakaran jakos di lokasi pabrik dan sekitarnya.

Informasi yang didapat di lapangan dari sepuluh tuntutan warga yang belum di kabulkan adalah pada poin nomor satu, dua dan lima.

Masih di tempat yang sama, saat demo telah selesai, Kapolres Mukomuko AKBP Yayat Ruhiyat, SIK
Menyampaikan kepada anggota yang melakukan pengamanan agar berhati-hati dan waspada serta melakukan tugas dan fungsinya di wilayah masing-masing dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait demi terciptanya keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Sampai saat ini, situasi dan kondisi dilapangan dalam keadaan kondusif.