Radio Semarfm – Mukomuko  ; Sesuai rencana LSM ( lembaga Swadaya Masyarakat ) yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menggugat ( KRM ) Senin tanggal 28 Mei melakukan hearing dengan DPRD Mukomuko bertempat di ruang Serbaguna DPRD.

Heraing ini juga dihadiri oleh Kepala – Kepala OPD terkait seperti ; Pertanian, Kantor Lingkungan Hidup, Badan Pertanahan Negara, ( BPN ), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( BAPELITBANGDA ), KESBANGPOL, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Teradu dan Tenaga Kerja, Asisten I dan Anggota Dewan Lintas Komisi dan jurnalis cetak,elektronik dan online.

KRM Menegaskan Sepanjang pantai air dikit punggur harus dilepas itu tuntutan kita dan PERPRES  51 th 2016 sebagai dasar hukum nya, dimana didalm PERPRES tersebut diukur 100 meter dari tinggi air pasang laut dikali panjang sepadan pantai wajib dilepas oleh PT. TRI ARGA PERSADA yang managemen nya PT.AGRO MUKO MME ” kita ketahui bersama bahwa sepadan pantai tersebut adalah satu2 nya cikal bakal pengembangan wilayah wisata mukomuko yang kami harapkan menjadi aikon mukomuko, sekarang tinggal keseriusan dewan kita untuk mendesak hal tersebut agar dapat terealisasi dalam tahun ini Undang – Undang tak bisa diganggu gugat wajib lepas kan HGU sepadan pantai air dikit punggur tersebut “.

Menanggapi tuntutan tersebut Assiten I Gianto mengatakan ” sangat mengapresiasi karena didaerah itu memang dibutuhkan lahan konservasi yang natinya akan banyak aktivitas yang bisa dilakukan, Sementara itu BPN yang diwakili bagian Hubungan hukum pertanahan mengatakan ” Kita masih ada waktu untuk mengusulkan ke kementerian perihal ini dan memberikan data kondisi riil saat ini, karena ini merupakan kebutuhan dan regulasinya ada, apabila masih ada persoalan dibawah maka izin tidak akan dikeluarkan” ujar Yunus yang mewakili Kepala BPN.

Sementara itu Kepala  Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( BAPELITBANGDA ) mengatakan kita sedanag merevisi PERDA RT/RW yang diharapkan selesai tahun ini dan melalui  perda RTRW kita akan  dapat mengeksekusi lahan sepadan pantai ini kata Marjohan diplomatis.

Hearing ini berjalan aman dan kondusif di buka oleh Ketua Dewan Pewakilan Rakyat Mukomuko Armansyah dan dipandu oleh Badrun Hasani yang menyayangkan Perwakilan dari Perusahaan tidak hadir.