Radio Semarfm –  MUKOMUKO  ; Kapal nelayan bantuan Pemerintah untuk nelayan Bengkulu nyaris celaka di laut Mukomuko. Kapal yang diduga akan dibagikan kepada nelayan Kota Bengkulu dan Seluma ini karam di bibir muara sungai Selagan Kelurahan Koto Jaya Kota Mukomuko.

Hal ini dibenarkan Yadi (30) salah seorang nelayan yang sempat membantu menyelamatkan kapal bantuan tersebut.”Dua orang awak kapal sudah terjatuh kelaut. Melihat itu kami langsung kejar, ada rompi pelampung dan pelampung  bulat di kapal mereka yang masih berbungkus rapi, kami bongkar saja untuk menyelamatkan mereka, untungnya mereka berhasil menepi dengan selamat,” ceritanya kepada jurnalis di muara Selagan Senin 23/4.Berdasarkan cerita awak kapal tersebut kepada nelayan PIM Kota Mukomuko.

Kapal kapal tersebut berangkat dari Aceh merupakanl bantuan dari pemerintah bagi nelayan Bengkulu. Mereka mulai bergerak sejak dua minggu lalu dari Aceh.Setiba di laut Mukomuko, sebagaian besar kapal tersebut  itu kehabisan bahan bakar, sehingga diputuskan 1 kapal menepi untuk membeli bahan bakar dan 17 kapal lainnya menunggu ditengah.”Kapal yang diutus membeli bahan bakar inilah yang sempat karam di muara sungai kita (Sungai Selagan),” kata Sul Pandem (45) yang juga ikut membantu penyelamatan.Diteruskam Sulpandem, setelah berhasil diselamatkan kapal dan awaknya, mereka langsung dibawa ke dermaga nelayan PIM.”Mereka kita bantu juga mencari BBM dan makan. Mereka beli  6 jerigen BBM tadi. Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Mukomuko juga sempat meninjau mereka. Selepas makan, mereka memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan mengingat kawan mereka lainnya menunggu ditengah,” beber Sulpandem.

Pada saat ingin kembali menuju kelaut, kapal bantuan pemerintah tersebut kembali nyaris celaka. Upaya mereka melawan tingginya ombak Mukomuko sempat menjadi tontonan warga dan nelayan PIM.Pada percobaan pertama, kapal bantuan pemerintah itu sempat dihempas gelombang dan hampir terbalik, untunglah tidak terjadi, namun teriakan iba dari masyarakat yang melihat dari pinggir sempat membuat suasana semakin mencekam. Pasalnya kapal tersebut sempat tidak terlihat lagi dari balik ombak.Tampak juga 2 perahu (jokong) nelayan PIM berjaga dekat bibir muara dan sempat mendekat ke kapal bantuan tersebut. Dari cerita Sulpandem yang ikut mengawal dan memandu awak kapal bantuan tersebut agar mendapat momentum keluar dari muara, salah satu awak kapal sempat mengatakan kepadanya  saat gelombang tiba, gas kapal sempat nyangkut segingga kapal tidak bergerak.Usai percobaan pertama yang sempat membahayakan tersebut, awak kapal bantuan dibantu nelayan PIM sempat memperbaiki mesin kapal ditengah bibir muara sembari mencari momen. Berkat arahan nelayan PIM, sesaat ada momentum dengan ombak tidak terlampau tinggi, kapal bantuan itu berhasil keluar dari muara sungai Selagan.”Kata mereka tadi mau langsung ke Bengkulu, ya muda-mudahan mereka selamat. Saking panik tadi kami gak sempat berkenalan, yang penting bisa melanjutkan perjalanan,” demikian Sulpandem.Saat dikonfirmasi ke pihak DKP Kabupaten Mukomuko, informasi yang mereka terima memang kapal tersebut kapal bantuam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)RI untuk nekayam Kota Bengkulu dan Seluma.”Informasi yang kita terima seperti itu, mereka berangkat dari Aceh. Mungkin kapal itu dibuat di Aceh. Kita tadi (kemarin) sempat tinjau kelapangan awak kapal sehat, tidak ada yang luka-luka,” singkat Sekretaris DKP Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, S.Pi kemarin.

pewarta #ba