Radio Semarfm -Mukomuko ;  Hingga hari kedua pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), ratusan calon jamaah haji (CJH) masih kesulitan hendak melakukan pembayaran. Ini disebabkan terjadinya gangguan atas jaringan BRI Syariah di Kota Mukomuko. Sehingga CJH yang menunggu hingga sore pun, belum dapat dilayani untuk pelunasan BPIH oleh pihak bank. Informasi ini dikemukakan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mukomuko, Drs. Syukran, M.Pd, kemarin (17/4).
“Ini kami dapat laporan dari CJH yang mengeluh, belum bisa melakukan pelunasan BPIH karena jaringan BRI Syariah di Mukomuko gangguan,” ujar Syukran selanjutnya, meminta pihak BRI Syariah di Mukomuko bisa siaga dan menyiapkan pelayanan yang terbaik. Mengingat waktu pelunasan BPIH terbatas, sedangkan jumlah CJH yang harus melunasi itu mencapai 178 orang.

Untuk CJH Mukomuko, total BPIH tahun ini sebesar Rp 33.064.445. Dari jumlah itu, CJH harus melunasi sebesar Rp 8.064.445. Karena sebelumnya CJH sudah ada tabungan awal sebesar Rp 25 juta.
“Sisa waktu 13 hari kedepan. Kita harapkan BRI Syariah siap. Karena jika terus gangguan, itu akan mengancam CJH tidak bisa berangkat,  karena tidak punya waktu lagi untuk melakukan pelunasan BPIH,” kata Syukran


Sementara itu selasa 17 April 2018  digelar manasik haji oleh Pemkab Mukomuko yang Dibuka Bupati Mukomuko Choirul Huda, SH, manasik haji oleh Pemkab Mukomuko ini digelar selama tiga hari. Bertempat di Masjid Kantor Kemenag Mukomuko, manasik dilaksanakan karena manasik haji yang difasilitasi Kemenag hanya lima kali. Jumlah itu dianggap masih kurang.
“Dianggap manasik itu masih kurang harinya. Pemkab menambah, supaya jamaah bisa lebih paham dan bisa mandiri,” harap Kabag Kesra Setdakab Mukomuko, Drs. H. Ansari.
Bupati dalam sambutannya meminta CJH serius mengikuti manasik tersebut. Agar nantinya CJH dari Kabupaten Mukomuko bisa mendapatkan haji mabrur.
“Ikuti manasik dengan serius. Karena saya tidak bisa mengikuti terus menerus, tentu saya akan mengikuti bapak-bapak sekalian. Nah jika bapak-bapak nanti salah, maka saya bisa salah juga nanti. Karena saya akan mengikuti dan mencontoh jamaah sekalian ketika di tanah suci nanti,” pesan Bupati.
Khusus untuk CJH yang datang dari jauh, Bupati pun menawari untuk menginap di kediaman pribadinya di Desa Kota Praja Kecamatan Air Manjuto. Khususnya CJH yang kesulitan mendapatkan tempat penginapan. Mengingat manasik tersebut digelar selama tiga hari berturut-turut.
“Jamaah yang jauh, bisa nginap di pondok saya. Kalau gedung daerah selesai, bisa semuanya di sana, karena gedung daerah besar. Tidak masalah, itu gedung daerah milik semuanya, gedung masyarakat Mukomuko,” sampai Bupati.

@fei