Radio Semarfm – Mukomuko ;  Program Pemerintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko  berupa Media Informasi yang baru saja di adakan di akhir tahun 2017 dan menghabiskan Anggaran APBD Kabupaten Mukomuko tahun 2017 sebesar 180 juta lebih,nampak kini hanya tinggal barang ronsokan yang menyemakan ruang Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Media Informasi tersebut di Anggarkan pada APBD-P Tahun 2017 guna memberikan Informasi tentang segala yang berkaitan dengan Pendidikan dan Kebudayaan, agar mempermudah urusan tentang Pendidikan sehingga dengan ada nya Media Informasi tersebut tidak mengecewakan Para tamu yang datang jauh-jauh dari Daerah. Selain Pengadaan alat Media Informasi, juga sudah di lakukan Bimtek sebanyak 5 Orang sebagai Operator yang mengelola Media Informasi tersebut, Namun di karenakan jaringan Internet nya yang tidak Konek sehingga barang berupa layar,Komputer,Hp dan alat pendukung lain nya termasuk juga Server hingga Operatornya jadi Mubazir tak terpakai menjadi barang rongsokan. Sementara biaya Operasional dan perawatan sudah di anggarkan.

Tokoh Pemuda sekaligus LSM yang berasal dari Bandar ratu, Agus Setiabadi sangat menyayangkan uang Negara habis Mubazir tapi alat yang sudah di beli tak di pungsikan hanya karena hal yang sepele dan tidak masuk akal masalah Jaringan Internet Media Informasi jadi barang ronsokan ucap Agus geram. ” kami berharap untuk Kadis Diknasbud yang baru segera atasi masalah ini sehingga Media Informasi yang sangat bermanfaat tersebut segera bisa di fungsikan,” pinta Agus tegas. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Saburdi yang di sampaikan melalui Kabid Paudni Darsono mengatakan semua alat sudah lengkap semua, tenaga Operator ada bahkan sudah di Bimtekan,biaya Operasional atau perawatan juga ada, tapi karena jaringan Intenet yang ngak konek maka alat Media Informasi tersebut tak bisa di gunakan ujar Kabid Paudni di ruang kerja nya senin(16/4/2018) tegas. ” kami juga bingung untuk tahun ini apakah ada anggaran nya untuk pemasangan atau menambah daya Jaringan Internet, karena sampai April ini belum ada laporan nya dari bagian Perencanaan dan bendahara, sehingga barang yang telah di beli untuk Media Informasi tahun 2017 jadi nganggur dan mubazir kalau tak di fungsikan,” ucap Darsono mengeluh. Ia juga menambahkan untuk saat ini kami juga bingung karena ada tupoksi semua yang berurusan dengan Informasi publik itu ranah nya di Kominfo, sehingga sampai saat ini belum ada koordinasi dengan Dinas Kominfo, kami berharap jaringan Intenet segera kita tambah daya nya sehingga Media Informasi bisa berjalan dan tidak menjadi bahan pajangan di Diknas serta bermanfaat bagi dunia Pendidikan dan Kebudayaan ujar Darsono berharap.(rie)