Radio Semarfm – ARGA  MAKMUR  ; Pada hari ini, Rabu, (04/04/2018) Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan Rio Anggara alis Rio kembali di persidangan dengan agenda pembacaan putusan atau vonis dari Majelis Hakim, Pengadilan Negeri (PN) Arga Makmur.
Majelis Hakim Majelis Pengadian Negeri (PN) Arga Makmur yang diketuai oleh Suryo Jatmiko. M, SH dan Anggota Majelis Eldi Nasali, SH. MH dan Firdaus. A, SH dalam amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Rio Anggara alis Rio terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ” Pembunuhan Berencana “.

Dimana pada sidang sebelumnya Rio Anggara alis Rio terdakwa kasus pembunuhan Laura Dwi Lestari (9) murid SDN 124 Desa Kota Agung, Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara,  yang digelar pada hari Rabu (21/3/2018), di tuntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), P.A Juanda Panjaitan, SH dengan hukuman selama 20 tahun penjara, Rio dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 81 ayat 2 tentang perlindungan anak

” Mengadili, menyatakan terdakwa Rio Anggara Alias Rio terbukti melakukan
tidak pidana pembunuhan yang didahului tindak pidana lain, Menjatuhkan
pidana terhadap terdakwa Rio Anggara Alias Rio dengan pidana penjara
seumur hidup ” Ujar Hakim Ketua Majelis Suryo Jatmiko. M, SH dalam amar
putusanya pada sidang yang digelar secara terbuka.

Putusan Majelis Hakim ini lebih tinggi dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Rio Anggara alis Rio dengan pidana tuntutan pidana penjara selama 20 tahun.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Arga Makmur, Alex Adam Faisal, SH Melalui Humas Eldi Nasali, SH. MH yang juga merupakan Anggota Majelis Hakim menyampaikan.

” Dalam memutus perkara Hakim memiliki pertimbangan berdasarkan
fakta-fakta persidangan, fakta hukum dan penerapan terhadap ketentuan
pidananya ” Ujar Eldi Nasali

Selain itu, hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatan yang dilakukan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, melakukan perbuatanya secara keji dan sadis, dilakukan dalam keadaan sadar, dan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

” Perbuatan yang dilakukan terdakwa merusak nilai keagamaan, contoh buruk
bagi masyarakat, mengganggu kenyamanan dan ketenangan serta
menimbulkan derita yang mendalam bagi keluarga korban ” tambah Eldi
Nasali, SH

Sementara tidak ada hal yang meringankan terdakwa.

Terkait vonis Majelis Hakim, terdakwa melalui penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir. begitu juga dengan JPU

Beberapa saat setelah Ketua Majelis Hakim membacakan amar putusanya tepatnya saat terdakwa hendak di bawa keluar dari ruang persidangan, salah seorang keluarga korban berteriak hiteris sambil mengejar terdakwa dan di ikuti keluarga lain.
Dengan sigap pihak kepolisian, kejaksaan dan Pengamanan Dalam (PAMDAL) mengamankan terdakwa dengan membawa ke mobil tahanan untuk di bawa ke Lembaga Pemasyarakatan.

Sekedar mengingatkan, Laura Dwi Lestari (9) murid SDN 124 Desa Kota Agung, Kecamatan Air Besi dibunuh oleh tersangka Rio Anggara alis Rio yang tak lain tetangganya sendiri.
Sebelum ditemukan, Laura Dwi Lestari (9) dinyatakan hilang pada Rabu (15/11/2017). Saat itu ada dugaan korban dilarikan mahluk halus. Namun dua hari kemudian tubuh korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Jasad bocah malang ini ditemukan oleh warga Jumat (17/11/2017) pukul 17.00 WIB di bawah jembatan pinggir sungai Desa Kota Agung, di dalam karung, dengan kondisi mulai mengeluarkan bau busuk.
Hasil pemeriksaan polisi saat itu, motif pembunuhan adalah pemerkosaan.
Sebelum tewas diduga korban melakukan perlawanan ketika hendak diperkosa oleh tersangka.
Tersangka sendiri ditangkap polisi 5 jam setelah kejadian. Menariknya, sebelum identitasnya terungkap, tersangka sempat ikut melakukan pencarian korban.

pewarta U_ono