Radio Semarfm – Mukomuko ; ” Ketidak hadiran kami pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangkah peringatan Hari Jadi Kabupaten Ke 15 itu memang disengaja, Hal itu kami lakukan guna mengingat Bupati kami dewan ini masih ada disini ”  tegas Alfian anggota DPRD dari fraksi PKPI tegas dihadapan awak media ketika mengklarifikasi ketidak hadiran 13 Anggota Dewan pada Rapat Paripurna tersebut. ” Kami merasa selama ini tidak dihargai sebagai dewan, Eksekutif terkesan mengambil kebijakan sendiri tanpa ada koordinasi  dengan dewan, APBD 2018 itu kita kerja siang malam sampai dengan terbit Verifikasi dari Gubernur, Kok Perbupnya berubah dari 22 ke 28 tanpa ada koordinasi dengan kami, lah ini ada APA ????”i

” ketidak hadiran kami semata ingin mengingatkan Bupati, bukankah yang namanya pemerintahan itu ada Eksekutif ada Legislatif ” kata Frengky Janas Anggota Dewan dari Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) menimpali. ” Kami berbuat untuk negeri dan ingin menyelamatkan anggaran Daerah kita ini , karena APBD 2018 ini terancam Silpa besar besaran karena perubahan dari SBU 22 tahun 2016 ke SBU nomor 28 tahun 2018  ” tambah Frengky

Sementara Busra Politikus Partai Gerindra mengatakan ” kami minta maaf atas ketidak hadiran kami pada Rapat Paripurna Istimewa kemarin tpi bukan karena ambisi pribadi, ini semata menunjuk eksistensi kami menyelamatkan daerah, kalau Silpa kita tinggi lagi, Tepra merah, DAU dikurangi oleh pusat, maka Daerah kita ini tidak punya APBD lagi untuk membangun dan termasuk untuk membayar gaji Pegawai Negeri di Kabupaten ini ” yang juga diamini oleh bebrapa Anggota Dewan yang hadir di ruang komisi 2 DPRD Mukomuko.

” Kami tidak ingin hal itu terjadi, mengingat perubahan SBU ini sangat berpengaruh besar dalam serapan dan Kinrjea Pegawai dan dampaknya pembangunan didaerah kita ini terhambat ” Kata Alfian , yang berharap agar ”  ketika membuat suatu kebijakan hendaknya berkoordinasilah, adakan pertemuan, jangan terkesan menghindar, masa anggota Dewan ini kalah dengan acara Sunatan ” yang diamini lagi oleh yang hadir diantaranya, Andy Suhairi dari PKS,

Terpisah Bupati Mukomuko melalaui Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Mukomuko mengatakan Bupati tidak berniat untuk mengurangi SBU dan dana Lain lain itu, itu semata karena adanya kebijakan Pemerintah Pusat yang melakukan pengurangan anggaran se Indonesia, bukan KAbupaten Mukomuko Saja.