Radio Semarfm – Mukomuko ;  Pembangunan baru yang belum dapat difungsikan, yakni gedung rawat inap micu dan ruang gizi, yang menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun anggaran 2017 yang lampau. Berjumlaah Rp 12,1 miliar lebih, yang terletak dikomplek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko.Persoalannya, beberapa hari lalu telah, mengalami kerusakan. Hal tersebut, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua komis III DPRD setempat, Hermasyaah,M.kom alias Etok.

Dikatakanya, berarti ada benarnya dugaan awalal pihaknya, pada sebelum gedung itu dibangun oleh PT Bakti Muda Mandiri. Serta telah pula di PHO akhir Desember 2017 lampau. Prediksi komisi III tersebut, terkait kontuksinya. Yang dirinya memperidiksikan, kalau gedung tersebut selesai dibangun, tidak akan mampu bertahan lama. Pasalnya, konstuksinya tidak menggunakan, sistim tapak untuk tumpuan podasinya, yaitu sejenis Paku Bumi . Karena menurut pihak perncana waktu itu, kata Etok, pihak bisa menjaminnya.

Buktinya ungkap Etok, beberapa hari yang lalu, gedung baru itu, mengalami perombakan kembali. Pasalnya, diduga ada bagian tapak pondasinya, megalami patah. Dan sudah hel tersebut, mendapatkan pemolesan pada dinding (Tambal Sulam,red). Yang awalnya, dilakukan pembobokan, serta juga pada bagian lantai keramiknya.

“ Kami sangat menyayangkan, demikian yang terjadi terhadap pembangunan yang baru tersebut. Karena belum sempat dimafaatkan, sudah mengalami kerusakan. Sejak awal kita sudah menduga, kalau gedubg baru itu, teknis pengrejajaan, awalnya telah mearagukan. Ujar Etok.

Diungkapkan Etok pula, kepada dirinya pada waktu oleh pihak perencanaan, waktu saat pebuatan tapak untuk pondasinya. Dejelas secara rinci dan mendetail.

“ Semenjak itu kita merakukan kekuatan gedung baru itu. Kerena kita sama-sama tahu, areal RSUD itu, berada diatas lahan Gambut. Kita saya tanyakan watu itu. Mengapa tidak menggunakan sistem pancang PB. Dijawab oleh pihak perencanana watu itu, saya lupa namanya. Kalau memakai PB, takutnya mengganggu serta mengakibat gedung lama, mengami kerusakan,” ujar herman mengingat – ngingat kembali, menurut yang diucaapak, pihak perecanaan tersebut.

“ Kalau tidak salaah namanya, Jawoto. Dari univertas ternama diBengkulu” ungkap Etok.

Dengan adanya indikasi tersebut, kata Etok, dirinya mengharapakan, pihak yang berkompenten, dalam penyelidikan, diminta segera melakukanya. Dan disinggunya pula, berdasar ingatanya, ada pemberiataan belum lama ini, yang menuliskan dan menduga, bahwa pihak tim PHO sebelumnya, tidak mau menandatangani berita acara PHO. Karena, kemungkinan penilaian, ada semacam kejanggalan, terkait banggunan itu, mungkin karena dinding tembok ada yang mengalami keretakan.

“ Kitapun, tidak dapat menyalahkan sesiapa dalam hal itu. Tentunya kita juga akan meninjau langsung keberadaan bangunan tersebut. Dan kita mengharapkan, pihak berkompeten proakatif, serta profesianal dalam menyingkapa persolan itu.” Pungkas pria berbadan subur ini, yang juga merupakan, ketua Badan Kehormatan (BK) itu., Senin (26/2) digedung DPRD Mukomuko .