Radio Semarfm – Mukomuko : Kepala Bidang pariwisata Dinas Disparpora Kabupaten Mukomuko mengakui bahwa data objek wisata dari tahun 2009 sampai dengan 2016 simpang siur, ” masa ada perkebunan agro dimasukan dalam data lokasi objek wisata ” ujar Yulia Reni S.S di ruang kerjanya yang beranggapan bahwa hampir semua data termasuk data hotel sampai dengan tahun 2016 adalah data asumsi.

” Makanya pada tahun 2017 sampai dengan 2018 ini  kami  merunut data yang ada termasuk data hotel sehingga bisa dibuat Riparkab  ( rencana induk pengembangan pariwisata Kabupaten ) ” tambah Reni yang juga menjelaskan juga bahwa riparkab Mukomuko terakhir itu adalah tahun 2009 dan ini sudah terlalu lama dan memang sudah seharusnya di perbaharui.

Diakui Reni bahwa sampai dengan awal tahun ini mereka baru mendapatkan data dari kecamatan serta info info untuk objek wisata, se dangkan data hotel sudah mereka dapatkan dan akan segera dilengkapi pada tahun 2018 ini agar dalam penyusunan Riparkab yang akan dilakukan pada bulan februari datanya sudah lengkap.

Dalam waktu dekat Disparpora juga akan melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pihak BKSDA dan pihak pihak terkait lainya agar dalam membuat Riparkab nanti kita tidak melakukan kesalahan dalam pengembangan dan pembuatan green desain.