Radio Semarfm – Mukomuko : Menyambut Hari Anti Korupsi Kejaksaan negeri Mukomuko usai melaksanakan upacara langsung menggelar konfrensi pers ekpos penanganan kasus di jaksaan negeri Mukomuko yang langsung dipimpin oleh Kajari Mukomuko Agus Irawan Yustisianto di aulah kejaksaan negeri Mukomuko yang dihadiri oleh awak media yang tergabung di PWI Mukomuko.
Kajari menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2017 Kejari Mukomuko menangani 2 kasus korupsi dengan tersangka Sy dan Mt, dimana jaksa penuntut Umum melakukan penuntutan selama 7,5 tahun dan diputus oleh pengadilan dengan hukuman unuk Sy 4 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta dan uang penggangti sebesar Rp 900 juta lebih, sedangkan untuk tersangka Mt di putus 3,5 tahun dengan uang pengganti Rp 600 juta lebih dan denda Rp 50 juta.Dari  ke2 tersangka ini di akumulasi kerugian negara sebesar 1,5 M dan  Agus menegaskan ” esensi dari pada penangan korupsi ini lebih kepada penyelamatan uang negara, karena dari ke 2 tersangka ini belum ada pengembalian maka pihak jaksa masih menunggu amar putusan apakah akan melakukan banding, sambil menunggu niat baik dari para  terdakwa ini apakah akan mengembalikan uang sebesar 1,5 M tersebut “
Selain itu pihak kejaksaan negeri mukomuko telah menetapkan RS, istri mantan Bupati Mukomuko yang menjadi terpidana korupsi anggaran pengentasan kemiskinan 2012 sebagai buron (DPO). “Kami menetapkan terdakwa ini masuk dalam DPO tanggal 7 Desember 2017, hal itu setelah Institusinya menerima keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) dengan menjatuhkan hukuman pidana terhadap RN selama 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp200 juta” kata Agus yang lebih jauh menjelaskan ”  Kejaksaan menetapkan RS yang juga oknum anggota DPRD provinsi  itu masuk dalam DPO karena yang bersangkutan diduga melarikan diri, dimana pada saat dilakukan eksekusi oleh jaksa eksekutor dengan cara mendatangi beberapa tempat tinggalnya, ternyata terdakwa telah meninggalkan Kota Bengkulu disuatu tempat yang tidak diketahui” ujar Agus yang masih berharap terdakwa yang pernah menjadi orang berpengaruh di daerah ini untuk menyerahkan diri agar sikap ini bisa ditiru oleh yang lain ” Kejaksaan Negeri Mukomuko selalu membuka pintu untuk terdakwa agar menjadi warga negara yang baik dalam bidang hukum ” kata Agus di akhir konfrensi pers sabtu, 9 Desember 2017